اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الْمَحْمُوْدِ عَلَى كُلِّ حَالٍ، اَلْمَوْصُوْفِ بِصِفَاتِ الْجَلاَلِ وَالْكَمَالِ، الْمَعْرُوْفِ بِمَزِيْدِ اْلإِنْعَامِ وَاْلإِفْضَالِ. أَحْمَدُهُ سُبْحَاَنَهُ وَهُوَ الْمَحْمُوْدُ عَلَى كُلِّ حَالٍ. وَأَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ ذُو الْعَظَمَةِ وَالْجَلاَلِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَخَلِيْلُهُ الصَّادِقُ الْمَقَالِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ خَيْرِ صَحْبٍ وَآلٍ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كثيرا. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى حَقَّ تُقَاتِهِ، حَيْثُ قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Ma’asyiral muslimin, jama’ah sholat Jum’at rahimakumullah.
Marilah kita senantiasa berusaha meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. sebab hanya dengan jalan iman dan taqwa, kita akan menggapai kebahagiaan di dunia dan akhirat kelak. Predikat iman dan taqwa inilah yang senantiasa harus kita syukuri, sebab keduanya adalah dua daun pintu bagi terbukanya rizki kita yang penuh barakah, bukan rizki haram yang dilaknat Allah.
Ikhwani, jama’ah sholat Jum’at rahimakumullah.
Setidaknya ada tujuh buah iman bagi kaum Mukminin yang berpotensi membukakan pintu rizqi, yaitu:
Pertama, Iman membuahkan taqwallah, menjalankan perintah Allah SWT. dan menjauhi laranganNya. Taqwa ini akan membukakan pintu rizki. Allah SWT. berfirman dalam (QS; Ath Thalaq : 2-3):
ومن يتق الله يجعل له مخرجا ويرزقه من حيث لا يحتسب
Artinya: Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.
Kedua, iman membuahkan pula taubat dan istighfar; yang akan menebar rizki untuk kita sekalian. Rasulullah bersabda:
مَنْ أَكْثَرَ الاِسْتغْفَارَ جَعَلَ اللهُ لَهُ مِنْ كُلِّ غَمٍّ فَرَجًا وَمِنْ كُلِّ ضَيْقٍ مَخْرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ (رواه أحمد وأبو داود وابن ماجه)
“Barang siapa yang memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah) niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihan jalan keluar, untuk setiap kesempitannya kelapangan dan Allah akan memberikan rizki (yang halal) dari arah yang tidak disangka-sangka “(HR. Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah)
Ketiga: Iman membuahkan tawakkal, yaitu berusaha dengan disertai sikap menyandarkan diri hanya kepada Allah yang memberikan kesehatan, rizki, manfaat, bahaya, kekayaan, kemiskinan, hidup dan kematian serta segala yang ada, tawakkal ini akan membukakan rizki dari Allah, sebagaimana janjinya dalam QS: 65 At-Thalaq: 3):
ومن يتوكل على الله فهو حسبه
Artinya: Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.
Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam memberikan contoh yang benar tentang bertawakkal.
لَوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَوَكَلُوْنَ عَلَى اللهِ حَقَّ تَوَكُلِّهِ لَرُزِقْتُمْ كَمَا تُرْزَقُ الطَّيْرُ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُحُ بِطَانًا (رواه الترمذى).
“Sungguh seandainya kalian bertawakkal kepada Allah sebenar-benar tawakal niscaya kalian akan diberikan rizki sebagai-mana rizki-rizki burung-burung, mereka berangkat pergi dalam keadaan lapar, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang” (HR. Timidzi No. 2344).
Maasyiral muslimin ....................
Keempat: Iman dan taqwa membuahkan taqarrub yang berupa rajin mengabdi bahkan sepenuhnya mengabdi beribadah kepada Allah lahir bathin khusu dan khudhu. Beribadah yang sepenuhnya akan dapat membuka rizki Allah. Sebagaimana sabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam :
يَقُوْلُ رَبُّكُمْ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: يَا ابْنَ آدَمَ، تَفَرَّغْ لِعِبَادَتِيْ أَمْلأُ قَلْبَكَ غِنًى وَأَمْلأُ يَدَيْكَ رِزْقًا، يَا ابْنَ آدَمَ، لاَ تُبَاعِدْنِي فَأَمْلأُ قَلْبَكَ فَقْرًا وَأَمْلأُ يَدَيْكَ شُغْلاً (رواه الحاكم، سلسلة الأحاديث الصحيحة)
“Rabb kalian berkata; Wahai anak Adam! Beribadahlah kepadaKu sepenuhnya, niscaya aku penuhi hatimu dengan kekayaan dan Aku penuhi kedua tanganmu dengan rizki. Wahai anak Adam! Jangan jauhi Aku, sehingga aku penuhi hatimu dengan kefakiran dan Aku penuhi kedua tanganmu dengan kesibukan”. (HR. Al-Hakim: Silsilah Al-Hadits Ash-Shahihah No. 1359).
Kelima: Iman dan taqwa membimbing hijrah fisabilillah. Perubahan sikap dari yang buruk kepada sikap kebaikan, atau hijrah adalah perpindahan dari negeri kafir, menuju negeri kaum Muslimin, menolong mereka untuk mencapai keridhaan Allah (Tafsir manar, 5: 39). Hijrah ini membukakan pintu rizki Allah dengan janjiNya dalam surat An-Nisa ayat 100:
•
Artinya: Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, Kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya disisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Keenam: Iman dan Taqwa membuahkan gemar berinfaq: Yaitu infaq yang dianjurkan agama, seperti infaq kepada fakir miskin atau untuk kepentingan agama Allah. Infak manjadikan pintu rizki terbuka, Allah Subhanahu wa Ta’ala berjanji dalam QS: Saba: 39)
•
Artinya: Katakanlah: "Sesungguhnya Rabb-ku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendakiNya diantara hamba-hambaNya dan menyempitkan (siapa yang dikehendakiNya)”. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.
Ma’asyiral muslimin, jama’ah sholat Jum’at rahimakumullah.
Ketujuh, Iman dan Taqwa membuahkan pula gemar bersilaturahmi yaitu berbuat baik kepada segenap kerabat dari garis keturunan maupun perkawinan dengan lemah lembut, kasih dan melindungi (Muqatul Mafatih, 8/645). Silaturahim ini menjadi pintu pembuka rizki. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَاَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِيْ أَثَرِهِ فَلْيِصِلْ رَحِمَهُ.
“Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya) maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahmi”. (HR. Bukhari No. 5985).
Silaturahim ini menyangkut pula kerabat yang belum Islam atau yang bermaksiat, dengan usaha menyadarkan mereka, buka mendukung kemungkaran atau kemaksiatannya. Namun bila mereka semakin merajalela dengan cara silaturahim ini maka menjauhi adalah yang terbaik, namun tetap kita mohonkan hidayah.
Ma’asyiral muslimin, jama’ah sholat Jum’at rahimakumullah.
Terakhir, marilah kita simpulkan agar kita senantiasa ingat apa yang menjamin kita untuk memperoleh rizki Allah yang berkah di dunia dan akhirat. Yaitu Taqwallah, Istiqhfar atau Taubat, Tawakal, Taqarrub, berinfaq, dan silaturrahim.
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
ومن يتق الله يجعل له مخرجا ويرزقه من حيث لا يحتسب
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ.
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْ لاَ أَنْ هَدَانَا اللهُ. أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ؛ فَيَا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى حَقَّ تُقَاتِهِ، وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ وَمَلاَئَكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، فقال تعالى: إن الله وملائكته يصلون على النبي ياأيها الذين امنوا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ أَجْمَعِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ، وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ. اَللَّهُمَّ أَعْتِقْ رِقَابَنَا مِنَ النَّارِ وَأَوْسِعْ لَنَا مِنَ الرِّزْقِ فِي الْحَلاَلِ، وَاصْرِفْ عَنَّا فَسَقَةَ الْجِنِّ وَاْلإِنْسِ يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ. اَللَّهُمَ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِيْنَ وَأَرْخِصْ أَسْعَارَهُمْ وَآمِنْهُمْ فِيْ أَوْطَانِهِمْ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
Selasa, 28 September 2010
Senin, 27 September 2010
Baru Setiadjit dan Haeny yang Pastikan Maju dalam Pilkada Tuban
Dengan makin mepetnya waktu pendaftaran cabub-cawabub tuban dalam Pilkada Tuban yang sedianya digeber 1 Maret 2011 mendatangnya, nampaknya calon-calon yang meramaikan agenda lima tahunan itu belum ada mengerucut menjadi sebuah pasangan.
Melihat perkembangannya, semua calon Bupati Tuban sampai saat ini masih kebingungan mencari pasangannya, bahkan lebih celaka lagi mereka juga belum mempunyai kendaraan yang pasti untuk mendaftarkan diri ke KPU. Hanya Haeny dan Setiadjit aja yang relatif sudah agak mengerucut yaitu Haeny yang pasti akan maju sebagai cawabub dari partai Golkar. Sementara Setiadjit yang saat ini jadi Bakorwil bojonegoro akan berangkat sebgai Cabub dari PKNU, PKS dan PAN sertai partai koalisi lainnya.
Kondisi ini cukup mengherankan karena kendati belum dibuka pendaftaran calon bupati dan wakilnya, biasanya hari-hari begini sudah ada deklarasi. Apalagi pendaftaran calon dibuka KPU tanggal 28 Oktober 2010 untuk perseorangan dan 24 Nopember 2010 untuk pasangan dari partai, sehingga tinggal 30 dan 60 hari lagi.
Di daerah lain 3 bulan menjelang pendaftaran calon bahkan kadang 6 bulan sebelumnya sudah diketahui siapa berpasangan dengan siapa, dan mereka sudah melakukan pengenalan pasangan calon yang diusungnya.
Menurut ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tuban, Soemito Karmani, pengumuman pencalonan kepala daerah dan wakilnya, dilakukan tanggal 28 Oktober sampai 1 Nopember 2010. Pada tanggal itu juga para calon perseorangan (independen) menyerahkan dokumen dan rekapitulasi dukungan.
Kemudian pada tanggal 24 Nopember 2010 dilanjutkan dengan pendaftaran calon sampai 30 Nopember 2010. Setelah diadakan penelitian apakah calon memenuhi syarat, pasangan yang boleh maju dalam Pemilukada diumumkan tanggal 4 Januari 2011. Sedang penetapan dan nomor urut serta pengumuman resmi pasangan yang maju, pada tanggal 6 Januari 2011.
Melihat perkembangannya, semua calon Bupati Tuban sampai saat ini masih kebingungan mencari pasangannya, bahkan lebih celaka lagi mereka juga belum mempunyai kendaraan yang pasti untuk mendaftarkan diri ke KPU. Hanya Haeny dan Setiadjit aja yang relatif sudah agak mengerucut yaitu Haeny yang pasti akan maju sebagai cawabub dari partai Golkar. Sementara Setiadjit yang saat ini jadi Bakorwil bojonegoro akan berangkat sebgai Cabub dari PKNU, PKS dan PAN sertai partai koalisi lainnya.
Kondisi ini cukup mengherankan karena kendati belum dibuka pendaftaran calon bupati dan wakilnya, biasanya hari-hari begini sudah ada deklarasi. Apalagi pendaftaran calon dibuka KPU tanggal 28 Oktober 2010 untuk perseorangan dan 24 Nopember 2010 untuk pasangan dari partai, sehingga tinggal 30 dan 60 hari lagi.
Di daerah lain 3 bulan menjelang pendaftaran calon bahkan kadang 6 bulan sebelumnya sudah diketahui siapa berpasangan dengan siapa, dan mereka sudah melakukan pengenalan pasangan calon yang diusungnya.
Menurut ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tuban, Soemito Karmani, pengumuman pencalonan kepala daerah dan wakilnya, dilakukan tanggal 28 Oktober sampai 1 Nopember 2010. Pada tanggal itu juga para calon perseorangan (independen) menyerahkan dokumen dan rekapitulasi dukungan.
Kemudian pada tanggal 24 Nopember 2010 dilanjutkan dengan pendaftaran calon sampai 30 Nopember 2010. Setelah diadakan penelitian apakah calon memenuhi syarat, pasangan yang boleh maju dalam Pemilukada diumumkan tanggal 4 Januari 2011. Sedang penetapan dan nomor urut serta pengumuman resmi pasangan yang maju, pada tanggal 6 Januari 2011.
Setiajid calonkan diri jadi Cabub Tuban
Kendati Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) Tuban, digelar pada 21 Maret 2011. Namun, perebutan kursi Bupati makin panas. Satu persatu kandidat bermunculan. Kini Mantan Kepala Bakorwil ll Bojonegoro Setiajid, maju mencalonkan diri sebagai calon Bupati (cabup) periode 2011-2016.
Setiajid, mendapat dukungan dari partai PAN, PKS, dan PKNU. “Saya positif mencalonkan diri sebagai calon Bupati Tuban dalam Pemilukada nanti. Saya bersyukur 3 partai yang menyongsong saya untuk mencalonkan diri”, ujarnya, saat ditemui zonaberita.com, Kamis (23/9/2010).
Dia juga menambahkan, masih aktif melakukan lomunikasi dengan partai lain, salah satunya Demokrat.
Pria kelahiran Merakurak Tuban, mengatakan, kalau dirinya masih melakukan survei untuk mencari calon pendampingnya. Karenanya, Setiajid bekerjasama dengan lembaga survei independent. “Saya juga bekerja sama dengan lembaga survei independent”, jelasnya.
Sementara itu, dari calon independent yang ikut meramaikan Pilkada yaitu, Cong Ping alias Teguh Prabowo dari PDIP, dan Ali Muji juga dari PDIP, Bambang Lukmantono yang berpasangan denga Mas Duki dari independent, Kristiyawan dari Golkar, dan Djarwoto yang berpasangan dengan Edy Toyobi dari independent. (pam/isp)
dinukil dari zona berita.com
Setiajid, mendapat dukungan dari partai PAN, PKS, dan PKNU. “Saya positif mencalonkan diri sebagai calon Bupati Tuban dalam Pemilukada nanti. Saya bersyukur 3 partai yang menyongsong saya untuk mencalonkan diri”, ujarnya, saat ditemui zonaberita.com, Kamis (23/9/2010).
Dia juga menambahkan, masih aktif melakukan lomunikasi dengan partai lain, salah satunya Demokrat.
Pria kelahiran Merakurak Tuban, mengatakan, kalau dirinya masih melakukan survei untuk mencari calon pendampingnya. Karenanya, Setiajid bekerjasama dengan lembaga survei independent. “Saya juga bekerja sama dengan lembaga survei independent”, jelasnya.
Sementara itu, dari calon independent yang ikut meramaikan Pilkada yaitu, Cong Ping alias Teguh Prabowo dari PDIP, dan Ali Muji juga dari PDIP, Bambang Lukmantono yang berpasangan denga Mas Duki dari independent, Kristiyawan dari Golkar, dan Djarwoto yang berpasangan dengan Edy Toyobi dari independent. (pam/isp)
dinukil dari zona berita.com
Pemandangan umum P-APBD
PEMANDANGAN UMUM
FRAKSI GERINDRA
TENTANG
RANCANGAN PERUBAHAN
ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH
KABUPATEN TUBAN
TAHUN ANGGARAN 2010
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua.
Yth. Saudara Ketua dan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tuban beserta semua Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tuban,
Yth. Saudara Bupati dan Wakil Bupati Tuban,
Yth. Saudara-saudara Anggota MUSPIDA dan Ketua Pengadilan Negeri Tuban,
Yth. Saudara Sekretaris Daerah beserta seluruh Pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tuban,
Yth. Saudara-saudara Kepala Instansi Vertikal di Kabupaten Tuban, serta
Yth. Saudara-saudara Wartawan dan segenap undangan sekalian.
Saudara-saudara Peserta Rapat Paripurna yang mulia.
Tiada yang patut diucapkan pertama kali dalam kesempatan ini kecuali mari kita mengucapkan syukur kepada Allah SWT., Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan banyak kenikmatan kepada kita semua, khususnya berupa kesehatan dan kesempatan sehingga kita bisa menghadiri acara Rapat Paripurna penyampaian Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi tentang Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Tuban Tahun Anggaran 2010.
Saudara-saudara Peserta Rapat Paripurna yang mulia.
Setelah mencermati dan mempelajari Rancangan Perda Kabupaten Tuban tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran 2010 serta mengikuti rapat-rapat bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan semua Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD), Kami Fraksi Gerindra yang merupakan gabungan Partai Gerindra, Partai Keadilan Nasional Ulama (PKNU) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dengan ketulusan hati tanpa dilandasi perasan emosional, terdorong memberikan kritik atau sumbangsih pemikiran kepada Saudara Bupati selaku Kepala Pemerintah Daerah Kabupaten Tuban demi terwujudnya sebuah anggaran yang benar-benar dapat mendorong terciptanya efektifitas kinerja pemerintah yang berpihak pada kepentingan masyarakat secara luas. Oleh karenanya kami berharap agar Saudara Bupati dapat menerima kritik dari kami dengan penuh kearifan, tidak lantas menyikapinya dengan emosional dan bahkan balik menuduh bahwa kritik dari kami tak lebih hanyalah sebuah prasangka buruk dan tuduhan yang tidak berdasar (su’udh dhon) seperti yang pernah terjadi belakangan ini.
Dalam kesempatan ini perlu kami jelaskan bahwa menurut kami kritik yang kami sampaikan selama ini khususnya kepada Saudara Bupati bukanlah sebuah bagian dari perbuatan-perbuatan yang memang dilarang oleh agama seperti ghibah, berburuk sangka, tuduhan yang tidak berdasar dan lain-lain. Yang kami lakukan selama ini bukanlah bagian dari perbuatan ghibah karena kritik itu memang kami sampaikan kepada orangnya secara langsung, bukan dibicarakan ketika orangnya tidak ada. Bukan pula dalam rangka berburuk sangka atau su’udh dhon karena sebenarnya yang kami inginkan dari kritik itu adalah terwujudnya sebuah kebaikan. Bukan pula sebuah tuduhan yang tidak berdasar, karena setiap kali kami menyampaikannya pasti kami sertakan alasan-alasan yang logis dan masuk akal. Mengenai misalnya Saudara Bupati mempunyai persepsi dan alasan yang berbeda dengan kami, bukankah bisa memberikan jawaban dan klarifikasi sebagaimana hal itu telah diatur dalam mekanisme tata tertib DPRD. Dan jika ternyata antara kami sebagai anggota DPRD dan Saudara Bupati misalnya dalam konteks tertentu tetap mempunyai persepsi dan landasan berpikir yang berbeda, tentunya antar keduanya tidak bisa saling menyalahkan satu sama lain karena kebenaran yang sejati hanya ada pada Allah SWT, Tuhan yang Maha Esa. Anggap sajalah itu bagian dari manisnya berdemokrasi, atau mungkin juga ada keserupaannya dengan apa yang dikenal dalam tradisi keilmuan Islam yaitu perbedaan ijtihad, sebagaimana Imam Syafi’i yang berbeda hasil ijtihadnya dengan gurunya sendiri, Imam Maliki. Apalagi dalam tradisi keilmuan Islam itu diyakini bahwa dalam proses ijtihad bila ternyata salah tetap dapat pahala satu dan jika benar dapat dua pahala.
Sejatinya hakikat makna dari kata “kritik” itu tidak jauh berbeda dari kata “nasehat” yaitu sebuah kata serapan dari bahasa Arab yang esensi maknanya adalah menginginkan kebaikan kepada orang yang dinasehati. Jadi meski kadang-kadang kritik terasa menyakitkan di telinga, tapi tidak bisa digeneralisasi bahwa orang yang menyampaikan kritik itu pasti didorong oleh rasa kebencian, bahkan bisa jadi justru didorong oleh rasa kecintaan. Sebaliknya, meskipun pujian itu terasa menyejukkan di telinga, tapi orang yang suka memuji itu justru malah harus disikapi dengan penuh hati-hati, karena biasanya bila pujian itu terlontar bukan dari ketulusan hati, minimal ada dua hal yang melatarbelakangi, yaitu ingin mendorong kepada orang yang dipuji ke arah kejelekan atau karena ada memang maunya (ada udang di balik batu).
Saudara-saudara Peserta Rapat Paripurna yang mulia.
Adapun kritik atau sumbangsih pemikiran terkait dengan Rancangan Perda Kabupaten Tuban tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran 2010 adalah sebagai berikut:
PERTAMA, Bantuan sosial yang diberikan kepada organisasi kemasyarakatan baik untuk fasilitas masjid, pondok pesantren, gereja, musholla, Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) dan organisasi sosial kemasyarakatan yang lain senilai 2 milyar 550 juta rupiah yang baru-baru ini dikemas dalam “Safari Ramadhan Bupati” kami nilai penuh nuansa politis. Hal ini terbukti dengan banyaknya laporan dari masyarakat terkait dengan adanya diskriminasi penyaluran bantuan. Misalnya di desa Margomulyo dan Temayang Kecamatan Kerek, terdapat sebuah masjid yang hingga kini masih berkutat dalam proses pembangunan selama kurang lebih tujuh tahun setiap kali mengajukan bantuan selalu kandas. Anehnya, bangunan musholla dan masjid yang sudah jadi misalnya di desa Margorejo dan Padasan kecamatan Kerek justru dengan mudahnya memeroleh bantuan. Dan masih banyak lagi kasus-kasus serupa di kecamatan-kecamatan lainnya. Di samping persoalan diskriminasi bantuan, kami juga melihat bahwa tim verifikasi masih jauh dari nilai profesionalitas terbukti dengan banyaknya bantuan yang diduga salah sasaran. Kami Fraksi Gerindra menghimbau agar dalam mendistribusikan bantuan yang bersumber dari dana APBD (yang nota bene adalah uang rakyat Kabupaten Tuban) pemerintah seharusnya bisa berlaku adil dan bijaksana (tidak pilih kasih) serta bertindak profesional agar tidak terkesan adanya pemaksaan praktek-praktek politik yang tidak etis. Memang, secara obyektif kami sampaikan, kita semua tidak ada yang bisa menjamin seratus persen bahwa siapapun bupatinya tidak akan melakukan pola-pola ini, oleh karena itu agar pola-pola diskriminatif tersebut tidak terulang di kemudian hari, kami menghimbau kepada bupati yang baru nanti agar selalu bersinergi dengan DPRD dengan cara memberikan kewenangan tertentu kepada DPRD berupa hak mengusulkan penyaluran bantuan atau yang selama ini di daerah-daerah lain dikenal dengan dana JASMAS (Jaring Aspirasi masyarakat). Kami yakin bila kebijakan ini ditempuh, maka pemenuhan nilai-nilai keadilan akan lebih bisa dirasakan, karena setidak-tidaknya 50 anggota DPRD Kabupaten ini adalah representasi dari seluruh rakyat Kabupaten Tuban.
KEDUA, Anggaran belanja (baik langsung maupun tidak langsung) yang semula dianggarkan sebesar 982 milyar 15 juta 442 ribu 363,34 rupiah pada P-APBD 2010 kali ini diproyeksikan naik menjadi 1 trilyun 110 milyar 878 juta 976 ribu 396,79 rupiah sehingga terjadi kenaikan sebesar 128 milyar 863 juta 534 ribu 033,45 rupiah, Kami melihat nilai kenaikan anggaran yang begitu besar itu ternyata sebagian besar hanya diperuntukkan untuk sektor pembanguan fisik, baik jalan raya, gedung dan sarana infrastruktur lainnya. Sementara sektor pemberdayaan ekonomi, pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan dan sektor-sektor non fisik lainnya kurang mendapat perhatian.
Sebagaimana kita maklumi bahwa salah satu tugas pemerintah dan juga tugas semua rakyat Indonesia sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Dasar 1945 adalah memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk mencapai tujuan mulia itu, menurut kami syarat utama yang harus dipenuhi adalah terpenuhinya sektor pemberdayaan ekonomi, pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, terciptanya rasa aman dan lain-lain, bukan hanya menggenjot aspek pemenuhan pembangunan fisik semata. Memang, kami tidak menutup mata bahwa pembangunan sarana fisik di kabupaten Tuban ini khususnya dalam periode terakhir kepemimpinan Saudara Bupati, Dra. Hj. Haeny Ralawati Rini Widyastuti, M.Si kami nilai bagus bahkan sangat bagus di bandingkan daerah tetangga-tetangga dekat kita seperti Lamongan, Bojonegoro dan Rembang. Namun untuk menuju Kabupaten Tuban ke depan yang lebih berprospek cerah, hal itu belumlah memadai, perlu pemenuhan-pemenuhan sektor-sektor seperti yang sudah kami jelaskan di atas.
Untuk mendukung kebenaran logika ini, kami mengilustrasikan sebuah keberadaan keluarga kecil dengan seorang bapak sebagai pemimpinnya. Jika seorang bapak menginginkan cita-citanya berhasil untuk membangun sebuah keluarga yang sejahtera, tentunya dia tidak cukup hanya membangun rumah yang megah nan tinggi dengan tangga yang berbelok-belok dan halaman yang luas, tapi seorang bapak harus berjuang keras untuk membuatnya anak-anaknya hidup sehat, aman dan tentram, menyekolahkannya sampai pintar dan mencarikannya pekerjaan yang layak dan prospektif. Oleh karena itu kami menghimbau kepada Saudara Bupati dalam sisa periode lima tahunan yang tinggal sedikit ini untuk lebih menitik beratkan pada penganggaran di sektor-sektor pemberdayaan sumber daya manusia karena pada sektor pembangunan fisik kami nilai sudah sangat memadai.
KETIGA, penganggaran pengadaan motor dinas (motdin) bagi anggota DPRD Kabupaten Tuban dalam APBD baik sebelum maupun dalam PAK kami melihat masih belum menyeluruh kepada seluruh anggota DPRD. Kami mengharapkan agar sembilan orang saudara kita yaitu enam dari FPKB dan tiga dari FPDIP untuk diberikan haknya secara adil. Kami khawatir jika persoalan yang sepele ini tidak segera ditemukan solusinya akan dapat mengganggu rasa kebersamaan kita yang pada akhirnya juga pasti akan mengganggu efektifitas kinerja dewan dalam menjalankan fungsinya dengan baik.
Kami Fraksi Gerindra sebenarnya juga heran, mengapa persoalan sesederhana ini sulit untuk dipecahkan. Di satu sisi ekskutif terkait pinjam pakai motor dinas mensyaratkan harus dilalui dengan mengajukan permohonan pinjam pakai dari masing-masing anggota, sementara FPKB dan FPDIP tetap ngotot tidak mau melaksanakannya. Menurut kami untuk menyelesaikan masalah ini adalah kembali kepada tata aturan main yang berlaku. Sebagaimana dijelaskan dalam Peraturan menteri Dalam Negeri nomor 17 tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah bahwa hak pinjam pakai barang milik daerah itu dapat diberikan kepada alat kelangkapan DPRD (Komisi-komisi) dalam rangka menunjang penyelenggaraan pemerintah daerah. Mencermati mekanisme ini, menurut kami sebagai jalan keluar yang tepat dan bijaksana adalah yang mengajukan pinjam pakai motor dinas dilakukan oleh ketua komisi-komisi, bukan perseorangan.
Saudara-saudara Peserta Rapat Paripurna yang mulia.
KEEMPAT, mengingat anggaran selama ini lebih besar masuk pada sektor pembangunan fisik sebagaimana kami jelaskan di atas, maka kami menghimbau agar program-program lainnya juga lebih diperhatikan, antara lain:
a. Terkait program pemberdayaan rakyat fakir miskin. Kita tidak bisa menutup mata bahwa di lingkungan Kabupaten Tuban tidak asing lagi dengan pemandangan pengemis jalanan dan anak-anak remaja yang luntang-lantung tidak mempunyai pekerjaan. Bukankah undang-undang kita mengamanatkan bahwa “fakir miskin, anak-anak terlantar, para dhu’afa, gelandangan dan pengemis, dipelihara oleh Negara”. Atau jangan-jangan karena redaksi undang-undangnya berbunyi “dipelihara”, maka pemerintah juga terus memelihara mereka agar terus menjadi pengemis dan dhu’afa?
b. Belum adanya kejelasan penggunaan anggaran sebesar 25.000.000 untuk program pengendalian dan pembinaan lembaga penyalur tenaga kerja.
c. Mengingat peningkatan sarana dan pra sarana di bidang pendidikan sudah baik, perlu kiranya adanya pembenahan dalam sistem pencairan dana BOSDA karena selama ini menggunakan sistem (GO) atau ganti rugi maka diharapkan menggunakan sistem hibah seperti dana BOS, sehingga dana dapat terserap semua.
d. Masih banyaknya gedung sekolah yang belum memiliki sertifikat, untuk itu diharapkan peran serta pemerintah dalam menyelesaikan masalah ini.
e. Bagi sekolah-sekolah yang memiliki jumlah siswa kecil untuk dimerger saja dengan sekolah lain agar supaya tercipta efesiensi anggaran.
f. Adanya perekrutan tenaga TU di sekolah-sekolah SD guna membantu dalam pelaporan administrasi sehingga kinerja guru lebih maksimal karena tidak disibukkan dengan urusan laporan administrasi.
g. Kami Fraksi Gerindra memandang masih perlu adanya peningkatan gizi balita melalui Posyandu. Sehingga alokasi dana untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) harus ditambah dan disesuaikan dengan kebutuhan gizi tiap balita.
h. Untuk RSUD dr. Koesma, diharapkan untuk tahun 2011 sudah di anggarkan sebuah alat CT Scane, karena alat ini sudah sangat dibutuhkan apalagi di rumah sakit sebesar RSUD dr. Koesma. Dengan begitu tidak perlu lagi merujuk pasien ke Lamongan, Gersik, dan Surabaya, karena dengan waktu tempuh perjalanan kemungkinan pasien sudah tidak mampu lagi bertahan.
i. Perlu adanya tenaga spesialis ortopedi sehingga pasien patah tulang segera dapat ditangani.
j. Untuk tenaga perawat PNS di tiap Puskesmas perlu di tambah karena adanya pelayanan rawat inap.
k. Untuk menunjang efektifitas kinerja anggota dewan, kami mengharap agar alat-alat kelengkapan dewan itu dilengkapi dengan staf ahli sebagaimana hal itu diatur dalam Peraturan Pemerintah. Namun kenyataannya sampai saat ini hal itu belum terealisasi. Atau jangan-jangan memang ini disengaja agar anggota DPRD tetap tak berdaya?
l. Kami menilai bahwa menilik Perda nomor 10,11,12 tentang pajak retribusi bahwa retribusi untuk pangkalan truk di Pakah perlu di tinjau ulang.
m. Retribusi pajak hiburan malam, restoran, hotel dan rumah-rumah kos yang memiliki kamar lebih dari sepuluh kamar supaya dinaikan.
n. Advis untuk hiburan langen tayup perlu di tinjau ulang, karena selama ini kenyataan di lapangan bahwa pertunjukan langen tayup sering kali ditarik pungutan oleh UPTD Pendidikan dengan harga tinggi setiap kali tampil. Yang ingin kami tanyakan dikemanakan dana tersebut?
o. Mengingat terjadinya kekosongan perangkat di desa sudah terjadi sekian lama dan saat ini kira-kira lebih dari 800 kursi perangkat desa se-Kabupaten Tuban yang kosong yang tentunya sangat menganggu lancarnya kinerja pemerintah desa, maka kami menghimbau untuk segera dilaksanakan ujian perangkat desa dalam waktu yang secepat-cepatnya dan sesingkat-singkatnya. Kami menghimbau agar persoalan ini tidak diundur-undur terus.
p. Adanya sejumlah kepala desa yang tersangkut persoalan hukum agar segera ditangani sesuai dengan mekanisme yang ada sebagaimana diatur dalam Perda.
Saudara-saudara Peserta Rapat Paripurna yang mulia.
Demikian Pemandangan Umum Fraksi Gerindra yang merupakan gabungan Partai Gerindra, Partai Kebangkitan nasional Ulama (PKNU) dan Partai keadilan Sejahtera (PKS) tentang Rancangan Perubahan Anggaran dan Belanja Daerah (P-APBD) Kabupaten Tuban tahun anggaran 2010, dengan harapan ada kebijakan yang arif dari pihak Pemerintah Daerah untuk melakukan penyesuaian dan perubahan. Tak lupa kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak, dan kami mohon maaf jika ada yang tidak berkenan.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Tuban, 27 September 2010
FRAKSI GERINDRA
TENTANG
RANCANGAN PERUBAHAN
ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH
KABUPATEN TUBAN
TAHUN ANGGARAN 2010
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua.
Yth. Saudara Ketua dan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tuban beserta semua Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tuban,
Yth. Saudara Bupati dan Wakil Bupati Tuban,
Yth. Saudara-saudara Anggota MUSPIDA dan Ketua Pengadilan Negeri Tuban,
Yth. Saudara Sekretaris Daerah beserta seluruh Pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tuban,
Yth. Saudara-saudara Kepala Instansi Vertikal di Kabupaten Tuban, serta
Yth. Saudara-saudara Wartawan dan segenap undangan sekalian.
Saudara-saudara Peserta Rapat Paripurna yang mulia.
Tiada yang patut diucapkan pertama kali dalam kesempatan ini kecuali mari kita mengucapkan syukur kepada Allah SWT., Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan banyak kenikmatan kepada kita semua, khususnya berupa kesehatan dan kesempatan sehingga kita bisa menghadiri acara Rapat Paripurna penyampaian Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi tentang Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Tuban Tahun Anggaran 2010.
Saudara-saudara Peserta Rapat Paripurna yang mulia.
Setelah mencermati dan mempelajari Rancangan Perda Kabupaten Tuban tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran 2010 serta mengikuti rapat-rapat bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan semua Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD), Kami Fraksi Gerindra yang merupakan gabungan Partai Gerindra, Partai Keadilan Nasional Ulama (PKNU) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dengan ketulusan hati tanpa dilandasi perasan emosional, terdorong memberikan kritik atau sumbangsih pemikiran kepada Saudara Bupati selaku Kepala Pemerintah Daerah Kabupaten Tuban demi terwujudnya sebuah anggaran yang benar-benar dapat mendorong terciptanya efektifitas kinerja pemerintah yang berpihak pada kepentingan masyarakat secara luas. Oleh karenanya kami berharap agar Saudara Bupati dapat menerima kritik dari kami dengan penuh kearifan, tidak lantas menyikapinya dengan emosional dan bahkan balik menuduh bahwa kritik dari kami tak lebih hanyalah sebuah prasangka buruk dan tuduhan yang tidak berdasar (su’udh dhon) seperti yang pernah terjadi belakangan ini.
Dalam kesempatan ini perlu kami jelaskan bahwa menurut kami kritik yang kami sampaikan selama ini khususnya kepada Saudara Bupati bukanlah sebuah bagian dari perbuatan-perbuatan yang memang dilarang oleh agama seperti ghibah, berburuk sangka, tuduhan yang tidak berdasar dan lain-lain. Yang kami lakukan selama ini bukanlah bagian dari perbuatan ghibah karena kritik itu memang kami sampaikan kepada orangnya secara langsung, bukan dibicarakan ketika orangnya tidak ada. Bukan pula dalam rangka berburuk sangka atau su’udh dhon karena sebenarnya yang kami inginkan dari kritik itu adalah terwujudnya sebuah kebaikan. Bukan pula sebuah tuduhan yang tidak berdasar, karena setiap kali kami menyampaikannya pasti kami sertakan alasan-alasan yang logis dan masuk akal. Mengenai misalnya Saudara Bupati mempunyai persepsi dan alasan yang berbeda dengan kami, bukankah bisa memberikan jawaban dan klarifikasi sebagaimana hal itu telah diatur dalam mekanisme tata tertib DPRD. Dan jika ternyata antara kami sebagai anggota DPRD dan Saudara Bupati misalnya dalam konteks tertentu tetap mempunyai persepsi dan landasan berpikir yang berbeda, tentunya antar keduanya tidak bisa saling menyalahkan satu sama lain karena kebenaran yang sejati hanya ada pada Allah SWT, Tuhan yang Maha Esa. Anggap sajalah itu bagian dari manisnya berdemokrasi, atau mungkin juga ada keserupaannya dengan apa yang dikenal dalam tradisi keilmuan Islam yaitu perbedaan ijtihad, sebagaimana Imam Syafi’i yang berbeda hasil ijtihadnya dengan gurunya sendiri, Imam Maliki. Apalagi dalam tradisi keilmuan Islam itu diyakini bahwa dalam proses ijtihad bila ternyata salah tetap dapat pahala satu dan jika benar dapat dua pahala.
Sejatinya hakikat makna dari kata “kritik” itu tidak jauh berbeda dari kata “nasehat” yaitu sebuah kata serapan dari bahasa Arab yang esensi maknanya adalah menginginkan kebaikan kepada orang yang dinasehati. Jadi meski kadang-kadang kritik terasa menyakitkan di telinga, tapi tidak bisa digeneralisasi bahwa orang yang menyampaikan kritik itu pasti didorong oleh rasa kebencian, bahkan bisa jadi justru didorong oleh rasa kecintaan. Sebaliknya, meskipun pujian itu terasa menyejukkan di telinga, tapi orang yang suka memuji itu justru malah harus disikapi dengan penuh hati-hati, karena biasanya bila pujian itu terlontar bukan dari ketulusan hati, minimal ada dua hal yang melatarbelakangi, yaitu ingin mendorong kepada orang yang dipuji ke arah kejelekan atau karena ada memang maunya (ada udang di balik batu).
Saudara-saudara Peserta Rapat Paripurna yang mulia.
Adapun kritik atau sumbangsih pemikiran terkait dengan Rancangan Perda Kabupaten Tuban tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran 2010 adalah sebagai berikut:
PERTAMA, Bantuan sosial yang diberikan kepada organisasi kemasyarakatan baik untuk fasilitas masjid, pondok pesantren, gereja, musholla, Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) dan organisasi sosial kemasyarakatan yang lain senilai 2 milyar 550 juta rupiah yang baru-baru ini dikemas dalam “Safari Ramadhan Bupati” kami nilai penuh nuansa politis. Hal ini terbukti dengan banyaknya laporan dari masyarakat terkait dengan adanya diskriminasi penyaluran bantuan. Misalnya di desa Margomulyo dan Temayang Kecamatan Kerek, terdapat sebuah masjid yang hingga kini masih berkutat dalam proses pembangunan selama kurang lebih tujuh tahun setiap kali mengajukan bantuan selalu kandas. Anehnya, bangunan musholla dan masjid yang sudah jadi misalnya di desa Margorejo dan Padasan kecamatan Kerek justru dengan mudahnya memeroleh bantuan. Dan masih banyak lagi kasus-kasus serupa di kecamatan-kecamatan lainnya. Di samping persoalan diskriminasi bantuan, kami juga melihat bahwa tim verifikasi masih jauh dari nilai profesionalitas terbukti dengan banyaknya bantuan yang diduga salah sasaran. Kami Fraksi Gerindra menghimbau agar dalam mendistribusikan bantuan yang bersumber dari dana APBD (yang nota bene adalah uang rakyat Kabupaten Tuban) pemerintah seharusnya bisa berlaku adil dan bijaksana (tidak pilih kasih) serta bertindak profesional agar tidak terkesan adanya pemaksaan praktek-praktek politik yang tidak etis. Memang, secara obyektif kami sampaikan, kita semua tidak ada yang bisa menjamin seratus persen bahwa siapapun bupatinya tidak akan melakukan pola-pola ini, oleh karena itu agar pola-pola diskriminatif tersebut tidak terulang di kemudian hari, kami menghimbau kepada bupati yang baru nanti agar selalu bersinergi dengan DPRD dengan cara memberikan kewenangan tertentu kepada DPRD berupa hak mengusulkan penyaluran bantuan atau yang selama ini di daerah-daerah lain dikenal dengan dana JASMAS (Jaring Aspirasi masyarakat). Kami yakin bila kebijakan ini ditempuh, maka pemenuhan nilai-nilai keadilan akan lebih bisa dirasakan, karena setidak-tidaknya 50 anggota DPRD Kabupaten ini adalah representasi dari seluruh rakyat Kabupaten Tuban.
KEDUA, Anggaran belanja (baik langsung maupun tidak langsung) yang semula dianggarkan sebesar 982 milyar 15 juta 442 ribu 363,34 rupiah pada P-APBD 2010 kali ini diproyeksikan naik menjadi 1 trilyun 110 milyar 878 juta 976 ribu 396,79 rupiah sehingga terjadi kenaikan sebesar 128 milyar 863 juta 534 ribu 033,45 rupiah, Kami melihat nilai kenaikan anggaran yang begitu besar itu ternyata sebagian besar hanya diperuntukkan untuk sektor pembanguan fisik, baik jalan raya, gedung dan sarana infrastruktur lainnya. Sementara sektor pemberdayaan ekonomi, pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan dan sektor-sektor non fisik lainnya kurang mendapat perhatian.
Sebagaimana kita maklumi bahwa salah satu tugas pemerintah dan juga tugas semua rakyat Indonesia sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Dasar 1945 adalah memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk mencapai tujuan mulia itu, menurut kami syarat utama yang harus dipenuhi adalah terpenuhinya sektor pemberdayaan ekonomi, pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, terciptanya rasa aman dan lain-lain, bukan hanya menggenjot aspek pemenuhan pembangunan fisik semata. Memang, kami tidak menutup mata bahwa pembangunan sarana fisik di kabupaten Tuban ini khususnya dalam periode terakhir kepemimpinan Saudara Bupati, Dra. Hj. Haeny Ralawati Rini Widyastuti, M.Si kami nilai bagus bahkan sangat bagus di bandingkan daerah tetangga-tetangga dekat kita seperti Lamongan, Bojonegoro dan Rembang. Namun untuk menuju Kabupaten Tuban ke depan yang lebih berprospek cerah, hal itu belumlah memadai, perlu pemenuhan-pemenuhan sektor-sektor seperti yang sudah kami jelaskan di atas.
Untuk mendukung kebenaran logika ini, kami mengilustrasikan sebuah keberadaan keluarga kecil dengan seorang bapak sebagai pemimpinnya. Jika seorang bapak menginginkan cita-citanya berhasil untuk membangun sebuah keluarga yang sejahtera, tentunya dia tidak cukup hanya membangun rumah yang megah nan tinggi dengan tangga yang berbelok-belok dan halaman yang luas, tapi seorang bapak harus berjuang keras untuk membuatnya anak-anaknya hidup sehat, aman dan tentram, menyekolahkannya sampai pintar dan mencarikannya pekerjaan yang layak dan prospektif. Oleh karena itu kami menghimbau kepada Saudara Bupati dalam sisa periode lima tahunan yang tinggal sedikit ini untuk lebih menitik beratkan pada penganggaran di sektor-sektor pemberdayaan sumber daya manusia karena pada sektor pembangunan fisik kami nilai sudah sangat memadai.
KETIGA, penganggaran pengadaan motor dinas (motdin) bagi anggota DPRD Kabupaten Tuban dalam APBD baik sebelum maupun dalam PAK kami melihat masih belum menyeluruh kepada seluruh anggota DPRD. Kami mengharapkan agar sembilan orang saudara kita yaitu enam dari FPKB dan tiga dari FPDIP untuk diberikan haknya secara adil. Kami khawatir jika persoalan yang sepele ini tidak segera ditemukan solusinya akan dapat mengganggu rasa kebersamaan kita yang pada akhirnya juga pasti akan mengganggu efektifitas kinerja dewan dalam menjalankan fungsinya dengan baik.
Kami Fraksi Gerindra sebenarnya juga heran, mengapa persoalan sesederhana ini sulit untuk dipecahkan. Di satu sisi ekskutif terkait pinjam pakai motor dinas mensyaratkan harus dilalui dengan mengajukan permohonan pinjam pakai dari masing-masing anggota, sementara FPKB dan FPDIP tetap ngotot tidak mau melaksanakannya. Menurut kami untuk menyelesaikan masalah ini adalah kembali kepada tata aturan main yang berlaku. Sebagaimana dijelaskan dalam Peraturan menteri Dalam Negeri nomor 17 tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah bahwa hak pinjam pakai barang milik daerah itu dapat diberikan kepada alat kelangkapan DPRD (Komisi-komisi) dalam rangka menunjang penyelenggaraan pemerintah daerah. Mencermati mekanisme ini, menurut kami sebagai jalan keluar yang tepat dan bijaksana adalah yang mengajukan pinjam pakai motor dinas dilakukan oleh ketua komisi-komisi, bukan perseorangan.
Saudara-saudara Peserta Rapat Paripurna yang mulia.
KEEMPAT, mengingat anggaran selama ini lebih besar masuk pada sektor pembangunan fisik sebagaimana kami jelaskan di atas, maka kami menghimbau agar program-program lainnya juga lebih diperhatikan, antara lain:
a. Terkait program pemberdayaan rakyat fakir miskin. Kita tidak bisa menutup mata bahwa di lingkungan Kabupaten Tuban tidak asing lagi dengan pemandangan pengemis jalanan dan anak-anak remaja yang luntang-lantung tidak mempunyai pekerjaan. Bukankah undang-undang kita mengamanatkan bahwa “fakir miskin, anak-anak terlantar, para dhu’afa, gelandangan dan pengemis, dipelihara oleh Negara”. Atau jangan-jangan karena redaksi undang-undangnya berbunyi “dipelihara”, maka pemerintah juga terus memelihara mereka agar terus menjadi pengemis dan dhu’afa?
b. Belum adanya kejelasan penggunaan anggaran sebesar 25.000.000 untuk program pengendalian dan pembinaan lembaga penyalur tenaga kerja.
c. Mengingat peningkatan sarana dan pra sarana di bidang pendidikan sudah baik, perlu kiranya adanya pembenahan dalam sistem pencairan dana BOSDA karena selama ini menggunakan sistem (GO) atau ganti rugi maka diharapkan menggunakan sistem hibah seperti dana BOS, sehingga dana dapat terserap semua.
d. Masih banyaknya gedung sekolah yang belum memiliki sertifikat, untuk itu diharapkan peran serta pemerintah dalam menyelesaikan masalah ini.
e. Bagi sekolah-sekolah yang memiliki jumlah siswa kecil untuk dimerger saja dengan sekolah lain agar supaya tercipta efesiensi anggaran.
f. Adanya perekrutan tenaga TU di sekolah-sekolah SD guna membantu dalam pelaporan administrasi sehingga kinerja guru lebih maksimal karena tidak disibukkan dengan urusan laporan administrasi.
g. Kami Fraksi Gerindra memandang masih perlu adanya peningkatan gizi balita melalui Posyandu. Sehingga alokasi dana untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) harus ditambah dan disesuaikan dengan kebutuhan gizi tiap balita.
h. Untuk RSUD dr. Koesma, diharapkan untuk tahun 2011 sudah di anggarkan sebuah alat CT Scane, karena alat ini sudah sangat dibutuhkan apalagi di rumah sakit sebesar RSUD dr. Koesma. Dengan begitu tidak perlu lagi merujuk pasien ke Lamongan, Gersik, dan Surabaya, karena dengan waktu tempuh perjalanan kemungkinan pasien sudah tidak mampu lagi bertahan.
i. Perlu adanya tenaga spesialis ortopedi sehingga pasien patah tulang segera dapat ditangani.
j. Untuk tenaga perawat PNS di tiap Puskesmas perlu di tambah karena adanya pelayanan rawat inap.
k. Untuk menunjang efektifitas kinerja anggota dewan, kami mengharap agar alat-alat kelengkapan dewan itu dilengkapi dengan staf ahli sebagaimana hal itu diatur dalam Peraturan Pemerintah. Namun kenyataannya sampai saat ini hal itu belum terealisasi. Atau jangan-jangan memang ini disengaja agar anggota DPRD tetap tak berdaya?
l. Kami menilai bahwa menilik Perda nomor 10,11,12 tentang pajak retribusi bahwa retribusi untuk pangkalan truk di Pakah perlu di tinjau ulang.
m. Retribusi pajak hiburan malam, restoran, hotel dan rumah-rumah kos yang memiliki kamar lebih dari sepuluh kamar supaya dinaikan.
n. Advis untuk hiburan langen tayup perlu di tinjau ulang, karena selama ini kenyataan di lapangan bahwa pertunjukan langen tayup sering kali ditarik pungutan oleh UPTD Pendidikan dengan harga tinggi setiap kali tampil. Yang ingin kami tanyakan dikemanakan dana tersebut?
o. Mengingat terjadinya kekosongan perangkat di desa sudah terjadi sekian lama dan saat ini kira-kira lebih dari 800 kursi perangkat desa se-Kabupaten Tuban yang kosong yang tentunya sangat menganggu lancarnya kinerja pemerintah desa, maka kami menghimbau untuk segera dilaksanakan ujian perangkat desa dalam waktu yang secepat-cepatnya dan sesingkat-singkatnya. Kami menghimbau agar persoalan ini tidak diundur-undur terus.
p. Adanya sejumlah kepala desa yang tersangkut persoalan hukum agar segera ditangani sesuai dengan mekanisme yang ada sebagaimana diatur dalam Perda.
Saudara-saudara Peserta Rapat Paripurna yang mulia.
Demikian Pemandangan Umum Fraksi Gerindra yang merupakan gabungan Partai Gerindra, Partai Kebangkitan nasional Ulama (PKNU) dan Partai keadilan Sejahtera (PKS) tentang Rancangan Perubahan Anggaran dan Belanja Daerah (P-APBD) Kabupaten Tuban tahun anggaran 2010, dengan harapan ada kebijakan yang arif dari pihak Pemerintah Daerah untuk melakukan penyesuaian dan perubahan. Tak lupa kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak, dan kami mohon maaf jika ada yang tidak berkenan.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Tuban, 27 September 2010
Senin, 16 Agustus 2010
PKNU Persiapkan Muktamar I
Silatnas (Silaturrahim Nasional) II DPW PKNU (Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Nasional Ulama) se-Indonesia yang berlangsung 28-30 Juli di Hotel Pacifik Batam, Kepulauan Riau, kemarin ditutup dengan acara makan bersama masakan seafood di restoran Golden. “Alhamdulillah, Silatnas II berjalan lancar dan maksimal,” kata Khoirudin Nasution, sekretaris DPW PKNU Provinsi Kepri yang juga ketua panitia Silatnas.
Silatnas II memang berbeda dengan Silatnas I baik pelaksanaan maupun materi bahasannya. Silatnas I yang berlangsung di Bali (25-27 Juni 2010) lalu, terfokus pada persoalan isu islah dengan PKB yang sempat digulirkan oleh tokoh-tokoh PKNU sendiri.
“Tapi kami pimpinan DPW PKNU seluruh Indonesia dalam Silatnas I di Bali menolak gagasan islah tersebut dengan alasan tidak ada dasarnya. Dan PKNU sendiri tidak sedang terlibat konflik dengan siapa pun,” tambah Khoiruddin.
Karena itu, dalam Silatnas II, isu islah tidak dibicarakan lagi, karena dianggap sudah tidak ada. Fokus pembicaraan tertuju pada draft materi muktamar yang telah disiapkan oleh DPP PKNU baik mengenai perubahan pasal-pasal AD/ART maupun yang menyangkut program pengembangan PKNU lima tahun ke depan.
Pelaksanaan Silatnas II juga terlihat agak formal dan tertib. Dibuka secara resmi oleh Ketua Umum DPP PKNU Drs Choirul Anam, dan dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri. “Saya menghargai Silatnas ini sebagai kreasi positif kawan-kawan DPW sekalipun secara konstitusional tidak diatur dalam konstitusi partai,” kata Cak Anam—sapaan akrab ketua umum DPP PKNU—dalam kata sambutannya. “Saya katakan sebagai kreasi positif karena di saat DPP PKNU didera isu islah yang dipelopori oleh tokoh-tokoh PKNU sendiri, kawan-kawan DPW ini segera tampil mengingatkan untuk tidak latah,” puji Cak Anam kepada peserta Silatnas II. Dan yang penting lagi, Silatnas Batam ini dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur serta tokoh-tokoh politik dan pemuka-pemuka agama seluruh Batam. “Kalau Ketua Umumnya tidak datang, apa nanti kata Pak Gubernur,” tambah Cak Anam.
Gubernur Kepri, Muhammad Sani, dan Wakil Gubernur Muhammad Suryo bukan hanya memberikan kata sambutan dalam Silatnas, tetapi juga mempersembahkan tanda penerimaan tulus ihlas terhadap PKNU di bumi Kepri dengan memberikan sekotak daun sirih kepada Ketua Umum DPP PKNU untuk dicicipi bersama. “Tadi saya ditanya Pak Ketua (Ketua Umum DPP PKNU Choirul Anam) apa arti dari persembahan daun sirih ini? Artinya, kami pemerintah Provinsi Kepri dengan tulus ihlas menerima PKNU dan sebaliknya PKNU juga dengan tulus islah membantu kami membangun Kepri,” kata Gubernur Muhammad Sani yang baru saja terpilih dalam Pemilukada baru-baru ini atas dukungan PKNU, PDIP, PIB, dan Hanura.
Muhatar Thahir, Ketua DPW PKNU Sulawesi Selatan, juru bicara DPW PKNU seluruh Indonesia menegaskan, Silatnas Batam berhasil merumuskan beberapa rekomendasi mengenai perubahan AD/ART, program kerja, dan isu-isu politik nasional. “Rekomendasi ini akan segera disampaikan ke DPP sebagai bahan penyempurnaan draft materi muktamar yang akan datang. Sehingga, muktamar yang akan berlangsung 1 Muharram nanti, tidak perlu banyak perdebatan lagi,” tegas Muhtar yang juga dipercaya sebagai Ketua Pelaksana Muktamar I PKNU yang sudah dipastikan dilaksanakan di atas kapal pesiar.
(dikutip dari harian Duta).
Silatnas II memang berbeda dengan Silatnas I baik pelaksanaan maupun materi bahasannya. Silatnas I yang berlangsung di Bali (25-27 Juni 2010) lalu, terfokus pada persoalan isu islah dengan PKB yang sempat digulirkan oleh tokoh-tokoh PKNU sendiri.
“Tapi kami pimpinan DPW PKNU seluruh Indonesia dalam Silatnas I di Bali menolak gagasan islah tersebut dengan alasan tidak ada dasarnya. Dan PKNU sendiri tidak sedang terlibat konflik dengan siapa pun,” tambah Khoiruddin.
Karena itu, dalam Silatnas II, isu islah tidak dibicarakan lagi, karena dianggap sudah tidak ada. Fokus pembicaraan tertuju pada draft materi muktamar yang telah disiapkan oleh DPP PKNU baik mengenai perubahan pasal-pasal AD/ART maupun yang menyangkut program pengembangan PKNU lima tahun ke depan.
Pelaksanaan Silatnas II juga terlihat agak formal dan tertib. Dibuka secara resmi oleh Ketua Umum DPP PKNU Drs Choirul Anam, dan dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri. “Saya menghargai Silatnas ini sebagai kreasi positif kawan-kawan DPW sekalipun secara konstitusional tidak diatur dalam konstitusi partai,” kata Cak Anam—sapaan akrab ketua umum DPP PKNU—dalam kata sambutannya. “Saya katakan sebagai kreasi positif karena di saat DPP PKNU didera isu islah yang dipelopori oleh tokoh-tokoh PKNU sendiri, kawan-kawan DPW ini segera tampil mengingatkan untuk tidak latah,” puji Cak Anam kepada peserta Silatnas II. Dan yang penting lagi, Silatnas Batam ini dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur serta tokoh-tokoh politik dan pemuka-pemuka agama seluruh Batam. “Kalau Ketua Umumnya tidak datang, apa nanti kata Pak Gubernur,” tambah Cak Anam.
Gubernur Kepri, Muhammad Sani, dan Wakil Gubernur Muhammad Suryo bukan hanya memberikan kata sambutan dalam Silatnas, tetapi juga mempersembahkan tanda penerimaan tulus ihlas terhadap PKNU di bumi Kepri dengan memberikan sekotak daun sirih kepada Ketua Umum DPP PKNU untuk dicicipi bersama. “Tadi saya ditanya Pak Ketua (Ketua Umum DPP PKNU Choirul Anam) apa arti dari persembahan daun sirih ini? Artinya, kami pemerintah Provinsi Kepri dengan tulus ihlas menerima PKNU dan sebaliknya PKNU juga dengan tulus islah membantu kami membangun Kepri,” kata Gubernur Muhammad Sani yang baru saja terpilih dalam Pemilukada baru-baru ini atas dukungan PKNU, PDIP, PIB, dan Hanura.
Muhatar Thahir, Ketua DPW PKNU Sulawesi Selatan, juru bicara DPW PKNU seluruh Indonesia menegaskan, Silatnas Batam berhasil merumuskan beberapa rekomendasi mengenai perubahan AD/ART, program kerja, dan isu-isu politik nasional. “Rekomendasi ini akan segera disampaikan ke DPP sebagai bahan penyempurnaan draft materi muktamar yang akan datang. Sehingga, muktamar yang akan berlangsung 1 Muharram nanti, tidak perlu banyak perdebatan lagi,” tegas Muhtar yang juga dipercaya sebagai Ketua Pelaksana Muktamar I PKNU yang sudah dipastikan dilaksanakan di atas kapal pesiar.
(dikutip dari harian Duta).
Sabtu, 14 Agustus 2010
Anggaplah Ramadlan Ini yang Terakhir
Hari ini kita masih bisa bertemu dengan bulan Ramadlan. Ini adalah anugrah besardari Allah SWT yang harus disyukuri, lebih-lebih kita dapat mengisi bulan suciini dengan serangkaian ibadah, mulai dari puasa, tarawih, tadarrus, shodaqohdan lain sebagainya.
Manusia dalam menyikapi datangnya bulan Ramadlan sepertiyang terjadi sekarang ini setidak-tidaknya ada tiga kelompok besar. Pertama,bagi manusia yang tidak mempunyai sinar ketauhidan dalam hatinya, bulanRamadlan seperti yang terjadi sekarang ini tak ada bedanya dengan bulan-bulanlainnya, sehingga mereka bebas melakukan apa saja, meskipun berupa sesuatu yangbertentangan dengan syari'at Islam sekalipun.
Kedua,manusia yang tidak mengetahui keistimewaan dankeunggulan bulan Ramadlan. Mereka melakukan ibadah puasa semata-mata karenaikut-ikutan orang lain atau formalitas belaka (bukan atas dorongan iman danmencari pahala dari Allah). Tetangganya atau teman kantornya sama puasa, makadia juga berpuasa. Mereka tidak berusaha menyempurnakan ibadah puasa di bulansuci ini dengan rangkaian ibadah-ibadah lainnya, tetapi sebaliknya kerapkalimereka mengisinya justru dengan perbuatan-perbutan yang tercela dan tidakberguna. Barangkali inilah yang disabdakan oleh Rasulullah SAW: "Banyakorang berpuasa akan tetapi tidak mendapat bagian pahala melainkan hanyalah rasalapar dan dahaga, serta banyak pula orang yang bangun malam akan tetapi tidakmendapat bagian pahala kecuali hanyalah kelelahan dan keletihan". (H.R.Ibnu Majah dari Abi Hurairah)
Ketiga, kelompok manusia yang berperpenampilan dan berperilaku ala"Ramadlan" tapi terbatas pada sisi lahiriyah semata, bukan sekaligus dalambitiniyahnya. Fenomena ini dapat dengan jelas kita lihat misalnya terkait menuacara televisi yang setiap hari jadi tontonan keluarga kita. Para artis yangditampilkan bermain peran sebagai kiai, ustadz atau ustadzah, dari segipenampilan dan pembicaraan mereka seakan-akan patut dijadikan sebagai teladan.Namun ketika mereka sudah keluar dari peran itu, semuanya kembali sepertiasalnya, dan bahkan berperilaku dan berpenampilan kontra "Ramadlan".
Keempat, manusia yang mengetahui betul keagungan dankeistimewaan bulan Ramadlan dan mereka menyadari adanya keterbatasan kesempatandan umur seseorang, oleh karenanya walaupun bulan Ramadlan pasti datang setiaptahun, tapi mereka benar-benar menyambut dan menganggap bulan Ramadlan iniadalah yang terakhir, sehingga mereka menjalankan ibadah puasa dengan penuhkeimanan dan menyempurnakannya dengan rangkaian ibadah-ibadah lainnya. Merekasangat khawatir akan berpisah dengan bulan mulia ini, dan jika memangperpisahan itu datang mereka menangis sebagaimana menangisnya bumi, langit danpara malaikat.
Sebuah Hadits menerangkan hal ini, "Ketika tiba akhirmalam Ramadlan, langit, bumi dan malaikat menangis karena adanya musibah yangmenimpa umat Nabi Muhammad. (Sahabat) bertanya, "Musibahapakah wahai Rasulullah?" Nabi menjawab, "Berpisah dengan bulan Ramadlan, sebabpada bulan ini doa dikabulkan dan shadaqah diterima."
Semoga kita dapat mengoptimalkan perjumpaan dengan bulanRamadlan tahun ini dengan serangkaian amal kebaikan mulai dari yang wajib maupunyang sunnah secara ikhlas, sehingga patutlah kita keluar dari bulan inimenyebut diri sebagai pemenang, bukan pecundang.
Manusia dalam menyikapi datangnya bulan Ramadlan sepertiyang terjadi sekarang ini setidak-tidaknya ada tiga kelompok besar. Pertama,bagi manusia yang tidak mempunyai sinar ketauhidan dalam hatinya, bulanRamadlan seperti yang terjadi sekarang ini tak ada bedanya dengan bulan-bulanlainnya, sehingga mereka bebas melakukan apa saja, meskipun berupa sesuatu yangbertentangan dengan syari'at Islam sekalipun.
Kedua,manusia yang tidak mengetahui keistimewaan dankeunggulan bulan Ramadlan. Mereka melakukan ibadah puasa semata-mata karenaikut-ikutan orang lain atau formalitas belaka (bukan atas dorongan iman danmencari pahala dari Allah). Tetangganya atau teman kantornya sama puasa, makadia juga berpuasa. Mereka tidak berusaha menyempurnakan ibadah puasa di bulansuci ini dengan rangkaian ibadah-ibadah lainnya, tetapi sebaliknya kerapkalimereka mengisinya justru dengan perbuatan-perbutan yang tercela dan tidakberguna. Barangkali inilah yang disabdakan oleh Rasulullah SAW: "Banyakorang berpuasa akan tetapi tidak mendapat bagian pahala melainkan hanyalah rasalapar dan dahaga, serta banyak pula orang yang bangun malam akan tetapi tidakmendapat bagian pahala kecuali hanyalah kelelahan dan keletihan". (H.R.Ibnu Majah dari Abi Hurairah)
Ketiga, kelompok manusia yang berperpenampilan dan berperilaku ala"Ramadlan" tapi terbatas pada sisi lahiriyah semata, bukan sekaligus dalambitiniyahnya. Fenomena ini dapat dengan jelas kita lihat misalnya terkait menuacara televisi yang setiap hari jadi tontonan keluarga kita. Para artis yangditampilkan bermain peran sebagai kiai, ustadz atau ustadzah, dari segipenampilan dan pembicaraan mereka seakan-akan patut dijadikan sebagai teladan.Namun ketika mereka sudah keluar dari peran itu, semuanya kembali sepertiasalnya, dan bahkan berperilaku dan berpenampilan kontra "Ramadlan".
Keempat, manusia yang mengetahui betul keagungan dankeistimewaan bulan Ramadlan dan mereka menyadari adanya keterbatasan kesempatandan umur seseorang, oleh karenanya walaupun bulan Ramadlan pasti datang setiaptahun, tapi mereka benar-benar menyambut dan menganggap bulan Ramadlan iniadalah yang terakhir, sehingga mereka menjalankan ibadah puasa dengan penuhkeimanan dan menyempurnakannya dengan rangkaian ibadah-ibadah lainnya. Merekasangat khawatir akan berpisah dengan bulan mulia ini, dan jika memangperpisahan itu datang mereka menangis sebagaimana menangisnya bumi, langit danpara malaikat.
Sebuah Hadits menerangkan hal ini, "Ketika tiba akhirmalam Ramadlan, langit, bumi dan malaikat menangis karena adanya musibah yangmenimpa umat Nabi Muhammad. (Sahabat) bertanya, "Musibahapakah wahai Rasulullah?" Nabi menjawab, "Berpisah dengan bulan Ramadlan, sebabpada bulan ini doa dikabulkan dan shadaqah diterima."
Semoga kita dapat mengoptimalkan perjumpaan dengan bulanRamadlan tahun ini dengan serangkaian amal kebaikan mulai dari yang wajib maupunyang sunnah secara ikhlas, sehingga patutlah kita keluar dari bulan inimenyebut diri sebagai pemenang, bukan pecundang.
Minggu, 01 Agustus 2010
Alumni Langitan Serukan Karaoke Ditutup Selama Ramadlan
Alumni Ponpes. Langitan di daerah Kabupaten Tuban yang beraneka ragam profesinya mulai dari kiai, guru, pejabat, pengusaha, petani dan lain sebagainya berkumpul kembali setelah sekian lama tidak bertemu. Terlihat guyub sekali, tak ubahnya dengan waktu dulu ketika masih sama-sama mengaji di pondok. Berkumpulnya para alumni Ponpes Langitan ini dalam rangka mengikuti acara Pelantikan Pengurus Cabang (PC) dan Pengurus Anak Cabang (PAC) Keluarga Santri dan Alumni Ponpes Langitan (Kesan) periode 2010-2015 di Gedung KSPKP Tuban (31/7).
Selain dihadiri Pengurus Pusat Kesan dan keluarga besar pengasuh Pondok Pesantren Langitan seperti KH. Muhammad Faqih, KH. Abdulloh Habib, KH. Ali Marzuqi, juga dihadiri oleh kiai-kiai Tuban misalnya KH. Fathul Huda, KH. Muhyin Faqih dan KH. Mansur.
Dalam acara pelantikan ini, Pengurus Cabang Kesan Tuban mengeluarkan “Maklumat” yang berisi seruan kepada Bupati Tuban, aparat penegak hukum dan pihak-pihak yang berwenang agar selama bulan Ramadlan ini:
1. Menutup beroperasinya tempat-tempat hiburan malam seperti karaoke.
2. Menginstruksikan kepada semua pengusaha rumah makan, restoran, cafe, warung, kedai kopi dan lain-lain agar tidak membuka usaha secara demonstratif dan harus memasang kain penutup atau sekat di siang hari.
3. Merazia tempat-tempat yang biasa dijadikan sebagai ajang minum-minuman keras.
4. Menginstruksikan kepada pengelola hotel dan tempat-tempat penginapan lainnya untuk tidak mengijinkan kepada pasangan yang bukan suami istri untuk menginap.
5. Melarang perdaran jual beli petasan.
Seruan ini rencananya akan disampaikan secara resmi kepada pihak-pihak yang berkompeten. “Maklumat ini besuk akan kita kirimkan kepada Bupati, aparat kepolisian dan pihak-pihak terkait,” ujar Saiful Huda, Sekretaris Kesan Cabang Tuban. Pria yang juga merupakan anggota DPRD kabupaten Tuban ini sangat berharap agar pemerintah Kabupaten Tuban dapat merespons maklumat Kesan Cabang Tuban tersebut.(Ody).
Selain dihadiri Pengurus Pusat Kesan dan keluarga besar pengasuh Pondok Pesantren Langitan seperti KH. Muhammad Faqih, KH. Abdulloh Habib, KH. Ali Marzuqi, juga dihadiri oleh kiai-kiai Tuban misalnya KH. Fathul Huda, KH. Muhyin Faqih dan KH. Mansur.
Dalam acara pelantikan ini, Pengurus Cabang Kesan Tuban mengeluarkan “Maklumat” yang berisi seruan kepada Bupati Tuban, aparat penegak hukum dan pihak-pihak yang berwenang agar selama bulan Ramadlan ini:
1. Menutup beroperasinya tempat-tempat hiburan malam seperti karaoke.
2. Menginstruksikan kepada semua pengusaha rumah makan, restoran, cafe, warung, kedai kopi dan lain-lain agar tidak membuka usaha secara demonstratif dan harus memasang kain penutup atau sekat di siang hari.
3. Merazia tempat-tempat yang biasa dijadikan sebagai ajang minum-minuman keras.
4. Menginstruksikan kepada pengelola hotel dan tempat-tempat penginapan lainnya untuk tidak mengijinkan kepada pasangan yang bukan suami istri untuk menginap.
5. Melarang perdaran jual beli petasan.
Seruan ini rencananya akan disampaikan secara resmi kepada pihak-pihak yang berkompeten. “Maklumat ini besuk akan kita kirimkan kepada Bupati, aparat kepolisian dan pihak-pihak terkait,” ujar Saiful Huda, Sekretaris Kesan Cabang Tuban. Pria yang juga merupakan anggota DPRD kabupaten Tuban ini sangat berharap agar pemerintah Kabupaten Tuban dapat merespons maklumat Kesan Cabang Tuban tersebut.(Ody).
Langganan:
Postingan (Atom)