TUBAN. kotatuban.com- Cuaca tampaknya belum mau berpihak pada petani. Sejumlah petani yang ditemui kotatuban.com, di sejumlah desa di Kecamatan Merakurak dan Kecamatan Jenu, Minggu (22/1), mengeluhkan rendahnya harga hasil panen mereka.
Menurut pengakuan para petani, harga jagung saat ini hanya Rp 2100 per kg. Bahkan ada yang lebih rendah lagi. Padahal musim panen yang lalu harga masih lumayan bagus, Rp 2800 per Kg.
“Saat ini, kualitas jagung sangat buruk karena cuaca tidak mendukung, sehingga banyak pembeli yang menolak membeli hasil panen petani,” jelas Mochamad Dahlan, petani Desa Senori, Kecamatan Merakurak.
Harga akan lebih rendah lagi, lanjut Dahlan, jika tingkat kekeringannya kurang. Dengan curah hujan yang masih tinggi ini, petani tentu sangat sulit mengeringkan jagungnya. Karena itu Dahlan memprediksi harga akan terus menurun hingga bulan depan.
Kondisi yang sama juga terjadi pada gabah. Dasih, petani di Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu mengatakan, harga gabah kering saat ini anjlok ke angka Rp 2400 per Kg.
Untuk gabah kering giling pun, kata Dasih, harganya tidak terpaut jauh, hanya sebesar Rp 2900 per Kg. “Musim lalu harga gabah kering panen masih Rp 2700, dan kering giling Rp 3000,” Ujarnya.
Senada dengan Dahlan, Dasih juga menyebut bahwa turunnya kualitas gabah kali ini antara lain disebabkan cuaca ekstrim, yakni curah hujan yang masih tinggi menyebabkan banyak tanaman yang terserang penyakit, misalnya penyakit bule pada jagung atau kering daun pada tanaman padi.
Selain itu, akibat masih tingginya curah hujan menyebabkan petani kesulitan untuk mengeringkan gabah. Akibatnya, pembeli banyak yang enggan menerima gabah lantaran masih tingginya kadar air. Kalaupun menerima, harganya tak lebih dari Rp 2400 per Kg, bahkan bisa lebih rendah lagi.
Penderitaan petani semakin sempurna karena hasil panen mereka juga mengalami penurunan kuantitas. Warsito, Kepala Desa (Kades) Sugihan, Kecamatan Merakurak mengatakan, petani di wilayahnya mengalami penurunan kuantitas hasil panen rata-rata 20 hingga 30 persen per hektar.
Jika dalam keadaan normal petani di desa itu mampu menghasilkan 6-7 ton per hektar, musim panen kali ini hanya mampu memperoleh hasil 1,2 – 3 ton per hektar. “ Jagung dan gabah sama, ya sebesar itu hasilnya,” tambah Kades muda tersebut.
Nilai kerugian petani, kata Warsito, bisa mencapai ratusan juta, karena, selain menurunnya kuantitas hasil panen dan harga, petani juga harus menanggung biaya tanam ulang.
Banyak tanaman yang mati lantaran diterjang banjir atau kelebihan air akibat curah hujan tinggi.
Seingatnya, dalam sekali musim tanam tahun ini, sudah tiga kali petani di tempatnya melakukan tanam ulang. “Untuk sekali tanam saja butuh Rp 3 juta per hektar. Kalau tiga kali tanam berapa? Itu baru persiapan lahan dan benih. Belum pupuk dan perawatannya,” terang Warsito.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan (DPPK), Ir. H. Koesno Adiwijoto membenarkan adanya penurunan harga jagung dan gabah saat ini. Menurut catatan Koesno, harga gabah kering panen saat ini mencapai Rp 2500-2600 per Kg, sedang untuk kering giling Rp 3800 per Kg. Sementara untuk jagung tercatat Rp 2700 per Kg.
Menurut Koesno, harga tersebut masih wajar. Meski mengaku belum mengetahui secara pasti berapa harga di tingkat petani, Kusno sependapat bahwa penurunan harga tersebut disebabkan mutu hasil panen yang kurang baik. (sudra)
Minggu, 23 Januari 2011
LSM Fitra Menilai Akuntabilitas Pemkab Tuban Terendah Se Jatim
Tuban, Bhirawa
Akuntabilitas atau pertanggungjawaban keuangan daerah Kabupaten Tuban dinilai semakin rendah, hal ini seperti yang disampaikan hasil penilaian Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Jawa Timur.
Hasil analisis Fitra terhadap APBD Kabupaten Tuban ini berdasar Laporan Hasil Audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) semester 1 terhadap APBD Tuban 2009 yang menyebutkan, hampir sebagain besar satuan kerja ditemukan adanya pelanggaran penggunaan dana yang berakibat merugikan keuangan daerah.
Dari analisis tersebut tercatat 11 kasus pelanggaran yang dikategorikan sebagai Ketidakpatuhan terhadap ketentuan perundang-undangan yang mengakibatkan kerugian pada keuangan daerah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tuban, dengan total nilai Rp3.108,64 miliar.
Dari jumlah tersebut, empat kasus disebutkan memiliki akibat langsung terhadap kerugian daerah, dengan total nilai sebesar Rp1.247,89 miliar. "Se Jawa Timur tertinggi adalah tuban," kata M. Dakelan, Koordinator Fitra Jawa Timur saat menyampaikan hasil analisis tersebut di Bina Swagiri Foundation Tuban Rabu (5/1) kemarin petang.
Lebih lanjut dikatakan, sesuai hasil audit BPK, banyak laporan keuangan yang tidak bisa diyakini kebenarannya. Ia menyebut, saldo piutang sebesar Rp2.876.935.018,45 oleh BPK dinilai tidak wajar karena terdapat perbedaan saldo piutang pinjaman tersebut terdapat perbedaan angka saldo piutang di neraca dengan yang tercatat dalam laporan SKPD. Dalam Neraca disebutkan saldo piutang sebesar Rp5.650.412.749,07 namun dalam Laporan SKPD disebutkan saldo piutang sebesar Rp 5.564.458.964,94, atau selisih Rp85.953.784,13.
"Saldo piutang tersebut berupa pinjaman koperasi dan PKM yang dikelola Dinas Perekonomian dan Pariwisata, dan pinjaman P4M yang dikelola Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BPPK)," imbuh Dakelan.
Atas selisih piutang tersebut, tambah Dakelan, tidak bisa dilakukan koreksi karena tidak dapat dilakukan penelusuran piutang bunga setiap SKPD sejak pinjaman termaksud dikucurkan.
Hal tersebut dinilai tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 13 Tahun 2005 tentang Standart Akuntasi Pemerintahan dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, terutama pasal 184 ayat (1) dan (2).
M. Dakelan meyakini jumlah selisih saldo piutang tersebut dimungkinkan lebih besar. Oleh karena itu pihaknya akan terus melakukan penelusuran. Fitra, kata Dakelan, juga akan berkoordinasi dengan Instansi berwenang untuk memperketat pengawasan sehingga hal serupa bisa ditekan, atau bahkan dihilangkan sama sekali.
Selain kasus tersebut, BPK juga mencatat terjadi Pemanfaatan Aset Tanah Dinas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan seluas 36.630m² Oleh Pihak Ketiga Tidak Sesuai Ketentuan.
Sementara itu untuk Pelaksanaan Pekerjaan di RSUD dr. R. Koesma, Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Pendidikan ditemukan kekurangan volume sebesar Rp603.937.842,59.
Sejumlah anggota DPRD Tuban saat dikonfirmasi terkait hal mengaku belum mengetahui hasil audit tersebut. Seperti disampaikan oleh Fahmi Fikroni, anggota Komisi A DPRD Tuban saat dihubungi beralasan belum mengetahui hasil audit BPK tersebut sehingga belum bisa memberikan tanggapan terkait hal tersebut. [hud]
Akuntabilitas atau pertanggungjawaban keuangan daerah Kabupaten Tuban dinilai semakin rendah, hal ini seperti yang disampaikan hasil penilaian Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Jawa Timur.
Hasil analisis Fitra terhadap APBD Kabupaten Tuban ini berdasar Laporan Hasil Audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) semester 1 terhadap APBD Tuban 2009 yang menyebutkan, hampir sebagain besar satuan kerja ditemukan adanya pelanggaran penggunaan dana yang berakibat merugikan keuangan daerah.
Dari analisis tersebut tercatat 11 kasus pelanggaran yang dikategorikan sebagai Ketidakpatuhan terhadap ketentuan perundang-undangan yang mengakibatkan kerugian pada keuangan daerah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tuban, dengan total nilai Rp3.108,64 miliar.
Dari jumlah tersebut, empat kasus disebutkan memiliki akibat langsung terhadap kerugian daerah, dengan total nilai sebesar Rp1.247,89 miliar. "Se Jawa Timur tertinggi adalah tuban," kata M. Dakelan, Koordinator Fitra Jawa Timur saat menyampaikan hasil analisis tersebut di Bina Swagiri Foundation Tuban Rabu (5/1) kemarin petang.
Lebih lanjut dikatakan, sesuai hasil audit BPK, banyak laporan keuangan yang tidak bisa diyakini kebenarannya. Ia menyebut, saldo piutang sebesar Rp2.876.935.018,45 oleh BPK dinilai tidak wajar karena terdapat perbedaan saldo piutang pinjaman tersebut terdapat perbedaan angka saldo piutang di neraca dengan yang tercatat dalam laporan SKPD. Dalam Neraca disebutkan saldo piutang sebesar Rp5.650.412.749,07 namun dalam Laporan SKPD disebutkan saldo piutang sebesar Rp 5.564.458.964,94, atau selisih Rp85.953.784,13.
"Saldo piutang tersebut berupa pinjaman koperasi dan PKM yang dikelola Dinas Perekonomian dan Pariwisata, dan pinjaman P4M yang dikelola Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BPPK)," imbuh Dakelan.
Atas selisih piutang tersebut, tambah Dakelan, tidak bisa dilakukan koreksi karena tidak dapat dilakukan penelusuran piutang bunga setiap SKPD sejak pinjaman termaksud dikucurkan.
Hal tersebut dinilai tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 13 Tahun 2005 tentang Standart Akuntasi Pemerintahan dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, terutama pasal 184 ayat (1) dan (2).
M. Dakelan meyakini jumlah selisih saldo piutang tersebut dimungkinkan lebih besar. Oleh karena itu pihaknya akan terus melakukan penelusuran. Fitra, kata Dakelan, juga akan berkoordinasi dengan Instansi berwenang untuk memperketat pengawasan sehingga hal serupa bisa ditekan, atau bahkan dihilangkan sama sekali.
Selain kasus tersebut, BPK juga mencatat terjadi Pemanfaatan Aset Tanah Dinas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan seluas 36.630m² Oleh Pihak Ketiga Tidak Sesuai Ketentuan.
Sementara itu untuk Pelaksanaan Pekerjaan di RSUD dr. R. Koesma, Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Pendidikan ditemukan kekurangan volume sebesar Rp603.937.842,59.
Sejumlah anggota DPRD Tuban saat dikonfirmasi terkait hal mengaku belum mengetahui hasil audit tersebut. Seperti disampaikan oleh Fahmi Fikroni, anggota Komisi A DPRD Tuban saat dihubungi beralasan belum mengetahui hasil audit BPK tersebut sehingga belum bisa memberikan tanggapan terkait hal tersebut. [hud]
Sabtu, 15 Januari 2011
Haul, Ajang Silaturahmi Alumni Langitan
DUTA MASYARAKAT, 15 Januari 2011
Rangkaian kegiatan Haul Masyayikh Pondok Pesantren Langitan, telah dilakukan sejak sehari sebelumnya. Mulai dari Khotmil Qur’an bil ghoib dan Nadzor, pengobatan herbal dan medis gratis, ziarah kubur, bershalawat. Sedang acara puncak adalah pengajian umum.
”Ya ini puncak acara, dan sebelumnya sudah dilakukan kegiatan lainnya,” ungkap H. Agus Ahmad Alawi, Ketua Panitia Haul yang juga cucu pengasuh Ponpes.
Para alumni yang sudah banyak mendirikan pondok pesantren, menjadi pengusaha maupun bidang lainnya, banyak datang dengan keluarganya. Selain wujud nyata bentuk penghormatan juga sebagai sarana komunikasi antaralumni.
”Ya saya ke sini tidak dengan keluarga, tapi tadi saya ijin tidak bekerja untuk datang ke sini. Dan banyak tadi alumni dari Kalimantan maupun daerah-daerah lainya,” kata Mutohar, alumni Langitan asal Kec. Semanding, Kab. Tuban ini.
Yang tidak kalah menarik adalah datangya dua kandidat cabub-cawabub yang akan berlaga dalam Pemilukada Kab. Tuban Maret mendatang. Kedua pasangan adalah Setiadjit-Bambang Suhariyanto (SEHAT) dan Fathul Huda-Noor Nahar Husain.
SEHAT datang lebih dahulu di lokasi acara, dengan didampingi H. Agus Machsoem, Ketua DPC PKNU Tuban yang juga putra KH. Abdullah Faqih (pengasuh ponpes).
”Haul ini netral untuk siapa saja, dan pondok juga untuk semua, tapi soal politik sudah jelas kalau PKNU mengusung SEHAT,” ungkap Gus Machsoem sebelumnya.
Di tempat terpisah, H. Agus Ahmad Alawi, Ketua Panitia Haul yang juga putra KH. Ubaidillah Faqih ini membenarkan atas kedatangan dua pasangan calon bupati-wakil bupati. ”Ya benar ada dua pasangan, pak Setiadjit dan pak Huda. Keduanya dengan pasanganya,” jelasnya.
Kedatangan para kontestan Pemilukada Kabupaten Tuban ini tidak atas undangan dari panitia. Melainkan atas kemauan sendiri sebagai wujud menghormati acara Haul, ”Mereka datang untuk menghormati acara haul, memang haul terbuka untuk semua,” imbuhnya.
Para masyayikh serta para habaib yang hadir di antaranya Habib Ali Al-Habsyi (Imam Masjid Agung Sunan Ampel), KH. Sholeh Qosim dari Sepanjang. Dan tokoh politisi PKNU Drs. H Choirul Anam (Ketua Umum DPP PKNU) beserta jajaranya nampak memenuhi acara kiai sepuh ini.
* cmm
Rangkaian kegiatan Haul Masyayikh Pondok Pesantren Langitan, telah dilakukan sejak sehari sebelumnya. Mulai dari Khotmil Qur’an bil ghoib dan Nadzor, pengobatan herbal dan medis gratis, ziarah kubur, bershalawat. Sedang acara puncak adalah pengajian umum.
”Ya ini puncak acara, dan sebelumnya sudah dilakukan kegiatan lainnya,” ungkap H. Agus Ahmad Alawi, Ketua Panitia Haul yang juga cucu pengasuh Ponpes.
Para alumni yang sudah banyak mendirikan pondok pesantren, menjadi pengusaha maupun bidang lainnya, banyak datang dengan keluarganya. Selain wujud nyata bentuk penghormatan juga sebagai sarana komunikasi antaralumni.
”Ya saya ke sini tidak dengan keluarga, tapi tadi saya ijin tidak bekerja untuk datang ke sini. Dan banyak tadi alumni dari Kalimantan maupun daerah-daerah lainya,” kata Mutohar, alumni Langitan asal Kec. Semanding, Kab. Tuban ini.
Yang tidak kalah menarik adalah datangya dua kandidat cabub-cawabub yang akan berlaga dalam Pemilukada Kab. Tuban Maret mendatang. Kedua pasangan adalah Setiadjit-Bambang Suhariyanto (SEHAT) dan Fathul Huda-Noor Nahar Husain.
SEHAT datang lebih dahulu di lokasi acara, dengan didampingi H. Agus Machsoem, Ketua DPC PKNU Tuban yang juga putra KH. Abdullah Faqih (pengasuh ponpes).
”Haul ini netral untuk siapa saja, dan pondok juga untuk semua, tapi soal politik sudah jelas kalau PKNU mengusung SEHAT,” ungkap Gus Machsoem sebelumnya.
Di tempat terpisah, H. Agus Ahmad Alawi, Ketua Panitia Haul yang juga putra KH. Ubaidillah Faqih ini membenarkan atas kedatangan dua pasangan calon bupati-wakil bupati. ”Ya benar ada dua pasangan, pak Setiadjit dan pak Huda. Keduanya dengan pasanganya,” jelasnya.
Kedatangan para kontestan Pemilukada Kabupaten Tuban ini tidak atas undangan dari panitia. Melainkan atas kemauan sendiri sebagai wujud menghormati acara Haul, ”Mereka datang untuk menghormati acara haul, memang haul terbuka untuk semua,” imbuhnya.
Para masyayikh serta para habaib yang hadir di antaranya Habib Ali Al-Habsyi (Imam Masjid Agung Sunan Ampel), KH. Sholeh Qosim dari Sepanjang. Dan tokoh politisi PKNU Drs. H Choirul Anam (Ketua Umum DPP PKNU) beserta jajaranya nampak memenuhi acara kiai sepuh ini.
* cmm
Semakin sunnah, semakin modern HAUL KE-40 MASYAYIKH PONPES LANGITAN
DUTA MASYARAKAT, 15 Januari 2011
TUBAN — Puncak acara Haul ke-40 Masyayikh Ponpes Langitan, Kec. Widang, Kab. Tuban dibanjiri belasan ribu pengunjung, Kamis (13/1) malam. Para alumni yang datang dari berbagai penjuru tanah air itu sengaja datang sebagai wujud kecintaan kepada Ponpes maupun ajang silaturrahmi serta penghormatan kepada para pendahulunya.
Hal itu terbukti meski hujan lebat sempat mengguyur sebelum dimulainya acara, tak menyurutkan para pengunjung untuk tetap mengikuti acara yang diperuntukkan bagi para sesepuh Ponpes. Dan jalan menuju Ponpes yang terletak di perbatasan Kab. Tuban dengan Kab. Lamongan ini sudah penuh sesak para hadirin yang akan masuk kelokasi acara.
Hasil pantauan Duta, Kamis (13/01) menyebutkan rangkaian acara di Ponpes yang diasuh kiai sepuh KH. Abdullah Faqih ini dimulai sejak pukul 07.00 WIB dan pada pukul 09.00 WIB dilakukan ziarah ke makam maqbaroh.
Haul yang dilakukan untuk memperingati wafatnya Almaghfurlah KH. Abdul Hadi Zahid, Almaghfurlahum KH. Muhammad Nur, KH. Ahmad Sholeh, KH. Muhammad Khozin, K. Rofi’i Zahid serta KH. Ahmad Marzuqi Zahid ini diperkirakan lebih dari lima belas ribu pengunjung tumpah ruah mengikuti puncak acara.
Penceramah pertama, Habib Mundzir Al-Musawwa dari Jakarta menyinggung soal perilaku sunnah yang dianggap sebagai doktrin agama ternyata memiliki penjelasan logika modern. Sehingga, diharapkan para hadirin dapat menerima segala sunnah dengan kesadaran penuh tidak atas dasar doktrin agama semata.
Di antaranya adalah anjuran sunnah jika sedang tidur, lampu dimatikan. Dan dalam sebuah penelitian menyebutkan jika seseorang sedang tidur, maka organ tubuhnya akan mengalami pembaharuan dan jika lampu tetap nyala tidak dapat berproses dengan maksimal. ”Jika kita semakin sunnah, maka kita akan semakin modern,” ungkap Habib yang sering mengisi acara pengajian di sebuah TV swasta ini.
Pengajian dihelat serambi masjid ponpes itu, juga menghadirkan penceramah Habib Umar Al-Muthohar dari Semarang. Dalam ceramahnya dikatakan, keseimbangan media (elektronika) dalam menyiarkan tentang agama menjadi peran penting dalam membangun akhlak maupaun nilai-nilai islami di tengah-tengah masyarakat.
Namun, nampaknya keseimbangan media antara hiburan dengan nilai-nilai syiar Islam tidak berjalan dengan baik. Terbukti, acara-acara TV lebih banyak didominasi hiburan maupun lainya yang kadangkala tak sejalan dengan nilai-nilai Islam.
Dicontohkan, jika para ulama dan kiai sedang syiar Islam banyak yang tidak dijadikan konsumsi media. Sedangkan tayangan media lebih banyak untuk urusan hiburan maupun hal lain yang kadangkala kurang sejalan dengan nilai-nilai Islam. ”Ya kalau kiai syiar jarang disiarkan. Tapi banyak menayangkan Jupe alias Julia Perez (si artis berbusana jorok, red),” ungkap Habib ternama ini.
* cmm
TUBAN — Puncak acara Haul ke-40 Masyayikh Ponpes Langitan, Kec. Widang, Kab. Tuban dibanjiri belasan ribu pengunjung, Kamis (13/1) malam. Para alumni yang datang dari berbagai penjuru tanah air itu sengaja datang sebagai wujud kecintaan kepada Ponpes maupun ajang silaturrahmi serta penghormatan kepada para pendahulunya.
Hal itu terbukti meski hujan lebat sempat mengguyur sebelum dimulainya acara, tak menyurutkan para pengunjung untuk tetap mengikuti acara yang diperuntukkan bagi para sesepuh Ponpes. Dan jalan menuju Ponpes yang terletak di perbatasan Kab. Tuban dengan Kab. Lamongan ini sudah penuh sesak para hadirin yang akan masuk kelokasi acara.
Hasil pantauan Duta, Kamis (13/01) menyebutkan rangkaian acara di Ponpes yang diasuh kiai sepuh KH. Abdullah Faqih ini dimulai sejak pukul 07.00 WIB dan pada pukul 09.00 WIB dilakukan ziarah ke makam maqbaroh.
Haul yang dilakukan untuk memperingati wafatnya Almaghfurlah KH. Abdul Hadi Zahid, Almaghfurlahum KH. Muhammad Nur, KH. Ahmad Sholeh, KH. Muhammad Khozin, K. Rofi’i Zahid serta KH. Ahmad Marzuqi Zahid ini diperkirakan lebih dari lima belas ribu pengunjung tumpah ruah mengikuti puncak acara.
Penceramah pertama, Habib Mundzir Al-Musawwa dari Jakarta menyinggung soal perilaku sunnah yang dianggap sebagai doktrin agama ternyata memiliki penjelasan logika modern. Sehingga, diharapkan para hadirin dapat menerima segala sunnah dengan kesadaran penuh tidak atas dasar doktrin agama semata.
Di antaranya adalah anjuran sunnah jika sedang tidur, lampu dimatikan. Dan dalam sebuah penelitian menyebutkan jika seseorang sedang tidur, maka organ tubuhnya akan mengalami pembaharuan dan jika lampu tetap nyala tidak dapat berproses dengan maksimal. ”Jika kita semakin sunnah, maka kita akan semakin modern,” ungkap Habib yang sering mengisi acara pengajian di sebuah TV swasta ini.
Pengajian dihelat serambi masjid ponpes itu, juga menghadirkan penceramah Habib Umar Al-Muthohar dari Semarang. Dalam ceramahnya dikatakan, keseimbangan media (elektronika) dalam menyiarkan tentang agama menjadi peran penting dalam membangun akhlak maupaun nilai-nilai islami di tengah-tengah masyarakat.
Namun, nampaknya keseimbangan media antara hiburan dengan nilai-nilai syiar Islam tidak berjalan dengan baik. Terbukti, acara-acara TV lebih banyak didominasi hiburan maupun lainya yang kadangkala tak sejalan dengan nilai-nilai Islam.
Dicontohkan, jika para ulama dan kiai sedang syiar Islam banyak yang tidak dijadikan konsumsi media. Sedangkan tayangan media lebih banyak untuk urusan hiburan maupun hal lain yang kadangkala kurang sejalan dengan nilai-nilai Islam. ”Ya kalau kiai syiar jarang disiarkan. Tapi banyak menayangkan Jupe alias Julia Perez (si artis berbusana jorok, red),” ungkap Habib ternama ini.
* cmm
Kamis, 13 Januari 2011
Sehat dan Hudanoor Hadiri Haul Langitan
Tuban. Meski sebelum acara hujan turun sangat lebat, Haul masyayikh Pondok Pesantren Langitan berjalan lancar karena saat acara dimulai hingga paripurna hujan sudah reda. Bahkan diperkirakan jumlah pengunjung Haul ke-40 kali ini jauh lebih besar dari pada haul-haul tahun sebelumnya. Menurut Panitia Haul diperkirakan lebih dari 15 ribu orang memadati area Pondok Pesantren Langitan. Para pengunjung haul ini meliputi alumni, simpatisan dan undangan lainnya seperti para masyasikh pondok pesantren, habaib dan pejabat.
Yang menarik, di tengah-tengah para undangan terlihat sebagian kontestan yang akan berlaga di Pemilukada Tuban yang akan berlangsung awal bulan Maret ini. Pasangan H. setiadjit-Bambang suharyanto (Sehat) yang diusung PKNU, PKS, Demokrat, PAN dan Patriot terlihat lebih dulu datang di arena Haul didampingi oleh Ketua DPC PKNU Tuban, Agus Maksum Faqih. Sementara pasangan Fathul Huda-Noor Nahar (Hudanoor) yang diberangkatkan oleh PKB tiba di Langitan agak belakangan.
Kedatangan kedua pasangan Pemilukada Tuban di Ponpes asuhan KH. Abdulloh Faqih ini cukup menarik perhatian massa terkait dengan dukungan Keluarga Besar Ponpes Langitan terhadap cabup-cawabup. Seorang pengurus pondok yang dihubungi mengatakan bahwa secara institusi kepondokan, Langitan tetap netral tidak memihak kepada salah satu calon. Menurutnya, mengenai dukungan PKNU yang merupakan partai yang didirikan di Pondok Pesantren Langitan kepada Sehat, masyarakat Tuban tentu bisa berpikir dan memberi penilaian sendiri bahwa tidak mungkin pengurus DPC PKNU Tuban menjatuhkan pilihan dukungan tanpa pertimbangan kiai. “Tapi yang saya dengar bahwa beliau secara pribadi tidak memperlihatkan dukungannya secara terbuka.” Ujar salah satu pengurus Langitan.
Sementara Agus Maksum yang juga putra KH. Abdullah Faqih mengatakan bahwa memang pondok sebagai lembaga pendidikan agama tentunya netral dan membolehkan kepada semua calon untuk ikut hadir di acara Haul. Namun Gus Maksum menegaskan, jika keluarga besar Pondok Pesantren Langitan akan berpolitik sudah ada wadahnya melalui PKNU. “Pondok Langitan netral, tapi kalau masuk dalam ranah politik tentunya wadahnya ya PKNU ini,” tegasnya. (*)
Yang menarik, di tengah-tengah para undangan terlihat sebagian kontestan yang akan berlaga di Pemilukada Tuban yang akan berlangsung awal bulan Maret ini. Pasangan H. setiadjit-Bambang suharyanto (Sehat) yang diusung PKNU, PKS, Demokrat, PAN dan Patriot terlihat lebih dulu datang di arena Haul didampingi oleh Ketua DPC PKNU Tuban, Agus Maksum Faqih. Sementara pasangan Fathul Huda-Noor Nahar (Hudanoor) yang diberangkatkan oleh PKB tiba di Langitan agak belakangan.
Kedatangan kedua pasangan Pemilukada Tuban di Ponpes asuhan KH. Abdulloh Faqih ini cukup menarik perhatian massa terkait dengan dukungan Keluarga Besar Ponpes Langitan terhadap cabup-cawabup. Seorang pengurus pondok yang dihubungi mengatakan bahwa secara institusi kepondokan, Langitan tetap netral tidak memihak kepada salah satu calon. Menurutnya, mengenai dukungan PKNU yang merupakan partai yang didirikan di Pondok Pesantren Langitan kepada Sehat, masyarakat Tuban tentu bisa berpikir dan memberi penilaian sendiri bahwa tidak mungkin pengurus DPC PKNU Tuban menjatuhkan pilihan dukungan tanpa pertimbangan kiai. “Tapi yang saya dengar bahwa beliau secara pribadi tidak memperlihatkan dukungannya secara terbuka.” Ujar salah satu pengurus Langitan.
Sementara Agus Maksum yang juga putra KH. Abdullah Faqih mengatakan bahwa memang pondok sebagai lembaga pendidikan agama tentunya netral dan membolehkan kepada semua calon untuk ikut hadir di acara Haul. Namun Gus Maksum menegaskan, jika keluarga besar Pondok Pesantren Langitan akan berpolitik sudah ada wadahnya melalui PKNU. “Pondok Langitan netral, tapi kalau masuk dalam ranah politik tentunya wadahnya ya PKNU ini,” tegasnya. (*)
Selasa, 04 Januari 2011
Pengumuman Haul ke-40 Masyayekh Langitan
Diberitahukan kepada segenap Kaum Muslimin, bahwa peringatan Haul ke-40 Al Maghfurlah KH. Abdul Hadi Zahid beserta Al Maghfurlahum KH. Muhammad Nur, KH. Ahmad Sholeh, KH. Muhammad Khozin, K. Rofi’i Zahid dan KH. Ahmad Marzuqi Zahid Pondok Pesantren Langitan insya Allah akan diselenggarakan pada:
Hari/Tanggal : Kamis Legi, 08 Shofar 1432 H. / 13 Januari 2011 M.
Tempat : Pondok Pesantren Langitan
Demikian pengumuman ini Kami sampaikan, Kami merasa gembira dan berterima kasih bila Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir, teriring do’a Jazakumulloh Ahsanal Jaza’.
Hari/Tanggal : Kamis Legi, 08 Shofar 1432 H. / 13 Januari 2011 M.
Tempat : Pondok Pesantren Langitan
Demikian pengumuman ini Kami sampaikan, Kami merasa gembira dan berterima kasih bila Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir, teriring do’a Jazakumulloh Ahsanal Jaza’.
Sabtu, 01 Januari 2011
SEHAT Janji Alokasikan Rp 100 Juta Untuk Dusun
TUBAN. kotatuban.com- Pasangan Setiadjit-Bambang Suhariyanto (SEHAT) berjanji bakal memberikan dana Rp 100 juta per tahun bagi masing-masing dusuk di wilayah Kabupaten Tuban. “Kalau kami terpilih, kami akan mengalokasikan anggaran Rp 100 juta bagi masing-masing dusun,” tandas cawabup Bambang Suhariyanto.
Janji itu lanjut Bambang, selain sudah ditandatangani sejumlah perwakilan kepala dusun juga akan di akta notariskan, sehingga, secara hukum bisa digugat jika tidak dilaksanakan. Janji itu juga akan dimasukkan dalam visi misi yang akan disampaikan ke DPRD pada awal masa kampanye.
Program itu, lanjut lelaki mantan Direktur RSUD Tuban itu pasti bisa dilaksanakan, karena melihat kemampuan APBD Tuban selama ini. Namun, begitu, janji itu baru akan dilaksanakan pada tahun ke dua masa kepemimpinannya. Karena pada tahun pertama masih menggunakan APBD produk pemerintahan sebelumnya.
“Ya nanti pada tahun kedua usulan itu baru akan kita masukkan. Dan DPRD pasti akan menyetujuhinya, karena program itu masuk dalam visi misi pasangan SEHAT,” tandas dr Bambang Suhariyanto yang biasa disapa Bambang Hunter itu.
Pada 2010 ini kekuatan APBD Tuban sebesar Rp 1,1 triliun. Di Kabupaten Tuban terdapat 875 dusun, sehingga dalam setahunnya hanya dibutuhkan anggaran sebesar Rp 87,5 miliar atau sekitar 8 persen dari totoal belanja Kabupaten Tuban.
“Yang penting nanti harus ada efesiensi dan menutup kebocoran. Kalau kedua hal itu bisa dilakukan semua bisa kita lakukan,. Jangankan hanya Rp 100 juta per tahun, lebih dari itu pasti mampu,” tambah cabup Setiadjit berargumen.
Dana Rp 100 juta itu bakal digunakan untuk percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui tiga kegiatan utama, yakni, pembangunan infrastruktur, pengembangan SDM dan pemberdayaan ekonomi. “Kalau memungkinkan akan kita tambah, Rp 100 juta/tahun masing-masing dusun itu minimalnya,” tambag dr Hunter.
Kontrak politik itu selain ditandatangani pasangan SEHAT juga ditandatangani lima perwakilan kepala dusun, mereka adalah, Kepala Dusun Tegalrejo, Desa Sumurjalak, Kecamatan Plumpang Lasdam, Kepala Dusun Ngandu, Desa Rahayu, Kecamatan Soko Sutikno, Kepala Dusun Suwalan, Desa Suwalan, Kecamatan Jenu Sukardi, Kepala Dusun Dukuh, Desa Sekaran, Kecamatan Jatirogo Misrin dan Kepala Dusun Banggel, Desa Sambonggede, Kecamatan Merakurak Abdul Aziz. “Kalau ini bisa dilaksanakan tidak akan menimbulkan kecemberuan antar dusun,” tandas Kepala Dusun Banggel, Desa Sambonggede, Abdul Aziz.
Sebab, selama ini yang mendapatkan bantuan keuangan hanya desa, sehingga, tergantung kepala desa distribusinya. Sehingga, dusun-dusun yang ada di wilayah desa tersebut seringt berebut alokasi anggaran dari kabupaten tersebut. “Kalau kepadanya sudah dusun kan tidak akan menimbulkan kecemburuan seperti selama ini,” tandas Aziz. (ros)
Janji itu lanjut Bambang, selain sudah ditandatangani sejumlah perwakilan kepala dusun juga akan di akta notariskan, sehingga, secara hukum bisa digugat jika tidak dilaksanakan. Janji itu juga akan dimasukkan dalam visi misi yang akan disampaikan ke DPRD pada awal masa kampanye.
Program itu, lanjut lelaki mantan Direktur RSUD Tuban itu pasti bisa dilaksanakan, karena melihat kemampuan APBD Tuban selama ini. Namun, begitu, janji itu baru akan dilaksanakan pada tahun ke dua masa kepemimpinannya. Karena pada tahun pertama masih menggunakan APBD produk pemerintahan sebelumnya.
“Ya nanti pada tahun kedua usulan itu baru akan kita masukkan. Dan DPRD pasti akan menyetujuhinya, karena program itu masuk dalam visi misi pasangan SEHAT,” tandas dr Bambang Suhariyanto yang biasa disapa Bambang Hunter itu.
Pada 2010 ini kekuatan APBD Tuban sebesar Rp 1,1 triliun. Di Kabupaten Tuban terdapat 875 dusun, sehingga dalam setahunnya hanya dibutuhkan anggaran sebesar Rp 87,5 miliar atau sekitar 8 persen dari totoal belanja Kabupaten Tuban.
“Yang penting nanti harus ada efesiensi dan menutup kebocoran. Kalau kedua hal itu bisa dilakukan semua bisa kita lakukan,. Jangankan hanya Rp 100 juta per tahun, lebih dari itu pasti mampu,” tambah cabup Setiadjit berargumen.
Dana Rp 100 juta itu bakal digunakan untuk percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui tiga kegiatan utama, yakni, pembangunan infrastruktur, pengembangan SDM dan pemberdayaan ekonomi. “Kalau memungkinkan akan kita tambah, Rp 100 juta/tahun masing-masing dusun itu minimalnya,” tambag dr Hunter.
Kontrak politik itu selain ditandatangani pasangan SEHAT juga ditandatangani lima perwakilan kepala dusun, mereka adalah, Kepala Dusun Tegalrejo, Desa Sumurjalak, Kecamatan Plumpang Lasdam, Kepala Dusun Ngandu, Desa Rahayu, Kecamatan Soko Sutikno, Kepala Dusun Suwalan, Desa Suwalan, Kecamatan Jenu Sukardi, Kepala Dusun Dukuh, Desa Sekaran, Kecamatan Jatirogo Misrin dan Kepala Dusun Banggel, Desa Sambonggede, Kecamatan Merakurak Abdul Aziz. “Kalau ini bisa dilaksanakan tidak akan menimbulkan kecemberuan antar dusun,” tandas Kepala Dusun Banggel, Desa Sambonggede, Abdul Aziz.
Sebab, selama ini yang mendapatkan bantuan keuangan hanya desa, sehingga, tergantung kepala desa distribusinya. Sehingga, dusun-dusun yang ada di wilayah desa tersebut seringt berebut alokasi anggaran dari kabupaten tersebut. “Kalau kepadanya sudah dusun kan tidak akan menimbulkan kecemburuan seperti selama ini,” tandas Aziz. (ros)
Langganan:
Postingan (Atom)