Ujian Iman
اَلْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ؛ فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
Ma’asyirol muslimin, Jama’ah shalat Jum’ah rahimakumullah.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya mengajak kaum muslimin, khususnya diri saya pribadi untuk menambah ketaqwaan kita kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala, yaitu dengan memperbanyak amal ibadah kita sebagai bekal untuk menghadap Allah SWT. Serta melaksanakan segala perintah dan meninggalkan segala larangan-Nya.
Ma’asyirol muslimin, Jama’ah shalat Jum’ah rahimakumullah.
Kita sebagai ummat Islam sudah sepatutnya senantiasa bermuhasabah (meneliti) atas diri kita masing-masing. Apakah sebagai orang mukmin kita selama ini telah melakukan ketundukan dan kepatuhan secara total kepada Allah?
Sebagai orang yang telah menyatakan beriman kepada Allah tentu kita harus siap untuk tunduk dan patuh terhadap aturan main yang telah ditentukan oleh Allah SWT. Kita harus selalu siap sedia dan berusaha tabah menerima segala macam ujian dan cobaan yang diberikan oleh Allah SWT. Ujian dan cobaan yang diberikan oleh Allah itu bentuknya bermacam-macam, tapi setidak-tidaknya ada tiga macam bentuk, yaitu:
Pertama: Ujian yang berbentuk perintah untuk dilaksanakan, seperti perintah Allah kepada Nabi Ibrahim AS. untuk menyembelih putranya yang sangat ia cintai. Ini adalah satu perintah yang betul-betul berat dan mungkin tidak masuk akal, bagaimana seorang bapak harus menyembelih anaknya yang sangat dicintai, padahal anaknya itu tidak melakukan kesalahan apapun. Sungguh ini ujian yang sangat berat sehingga Allah sendiri mengatakan:
إن هذا لهو البلاء المبين
Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. (Ash-Shaffat 106).
Di sini kita melihat bagaimana kualitas iman Nabi Ibrahim AS. yang benar-benar tahan uji, sehingga dengan segala ketabahan dan kesabarannya perintah yang sangat berat itu pun dijalankan.
Apa yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan puteranya adalah pelajaran yang sangat berharga bagi kita yang harus diteladani, karena sebagaimana kita rasakan dalam kehidupan kita, banyak sekali perintah Allah yang kita anggap berat, tapi dengan berbagai alasan kita berusaha untuk tidak melaksanakannya. Sebagai contoh, Allah telah memerintahkan kepada para wanita Muslimah untuk mengenakan jilbab (pakaian yang menutup seluruh aurat) untuk membedakan antara wanita Muslimah dan wanita musyrikah, namun yang kita lihat sekarang ternyata masih banyak wanita Muslimah yang tidak mau memakai jilbab atau sudah mengenakannya tapi tidak sesuai tatacara syariat. Padahal Rasulullah SAW. memberikan ancaman kepada para wanita yang tidak mau memakai jilbab dalam sabdanya:
صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا؛ قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُوْنَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيْلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُؤُوْسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيْحَهَا. (رواه مسلم).
“Dua golongan dari ahli Neraka yang belum aku lihat, satu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi, yang dengan cambuk itu mereka memukul manusia, dan wanita yang memakai baju tetapi telanjang berlenggak-lenggok menarik perhatian, kepala-kepala mereka seperti punuk unta, mereka tidak akan masuk Surga dan tidak akan mencium wanginya”. (HR. Muslim, Shahih Muslim).
Kedua: Ujian yang berbentuk larangan untuk ditinggalkan seperti halnya yang terjadi pada Nabi Yusuf Alaihissalam yang diuji dengan seorang perempuan cantik, istri seorang pembesar di Mesir yang mengajaknya berzina, dan pada saat kesempatan itu sudah sangat terbuka, ketika keduanya sudah tinggal berdua di rumah dan si perempuan itu telah mengunci seluruh pintu rumahnya. Namun Nabi Yusuf Alaihissalam membuktikan kualitas imannya, ia berhasil meloloskan diri dari godaan perempuan itu, padahal sebagaimana pemuda pada umumnya ia mempunyai syahwat dan hasrat kepada wanita. Ini artinya ia telah lulus dari ujian atas imannya.
Sikap Nabi Yusuf Alaihissalam ini perlu kita teladani, terutama oleh para pemuda Muslim di zaman sekarang. Di saat pintu-pintu kemaksiatan semakin terbuka lebar, pelacuran merebak di mana-mana, minuman keras dan obat-obat terlarang sudah merambah berbagai lapisan masyarakat, maka pada saat seperti inilah mental ala Nabi Yusuf Alaihissalam ini perlu ditanamkan dalam dada para pemuda Muslim. Mereka harus selalu siap siaga menghadapi godaan demi godaan yang akan menjerumuskan dirinya ke jurang kemaksiatan. Rasulullah SAW. sendiri telah menjanjikan kepada siapa saja yang menolak ajakan untuk berbuat maksiat, ia akan diberi perlindungan di hari Kiamat nanti.
Ketiga: Ujian yang berbentuk musibah seperti terkena penyakit, kehilangan harta benda, ditinggalkan orang yang dicintai dan lain sebagainya. Sebagai contoh, Nabi Ayyub AS. yang diuji oleh Allah SWT. dengan penyakit yang diderita selama kurang lebih delapan belas tahun, namun di sini Nabi Ayub AS. membuktikan ketangguhan imannya, tidak sedikitpun ia merasa menderita dan tidak pernah terbetik pada dirinya untuk menanggalkan imannya. Iman seperti ini jelas tidak banyak dimiliki oleh saudara-saudara kita yang tega menjual iman dan menukar aqidahnya dengan imbalan secuil harta benda, karena tidak tahan menghadapi kesulitan hidup yang mungkin tidak seberapa bila dibandingkan dengan apa yang dialami oleh Nabi Ayyub AS. ini.
Ma’asyirol muslimin, Jama’ah shalat Jum’ah rahimakumullah.
Bagaimana mungkin kita mengaku sebagai orang beriman, tapi kita tidak siap diuji oleh Allah SWT. Hal ini telah disindir oleh Allah SWT. dalam surah Al-‘Ankabut ayat 2 dan 3:
أحَسِبَ النَّاسُ أن يُترَكَوا أن يقولوا ءامنّا وهم لايفتنون، ولقد فتنّا الذين من قبلهم فليعلمنّ الله الذين صدقوا وليعلمنّ الكاذبين،
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.
Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa salah satu akibat dari pernyataan iman kita, adalah kita harus siap menghadapi ujian yang diberikan oleh Allah SWT. kepada kita sebagai bukti sejauh mana kebenaran dan kesungguhan kita dalam menyatakan iman. Apakah iman kita itu betul-betul bersumber dari keyakinan dan kemantapan hati, atau sekadar ikut-ikutan yang tidak tahu arah dan tujuannya? Dalam ayat lain dijelaskan:
أم حسبتُمْ أن تدخلوا الجنةَ ولماّ يأتكم مثل الذين خَلَوْا من قبلكم، مسّتْهُمُ البأساءُ والضرّاء وزُلْزلوا حتى يقولَ الرسولُ والذين ءامنوا معه متى نصرُ الله، ألآ إنّ نصرَ اللهِ قريب.
Apakah kalian mengira akan masuk Surga sedangkan belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Kapankah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (Al-Baqarah 214).
Rasulullah SAW. juga telah mengisahkan betapa beratnya perjuangan orang-orang dulu dalam perjuangan mereka mempertahankan iman, sebagaimana dituturkan kepada shahabat Khabbab Ibnul Arats Radhiallaahu anhu.
لَقَدْ كَانَ مَنْ قَبْلَكُمْ لَيُمْشَطُ بِمِشَاطِ الْحَدِيْدِ مَا دُوْنَ عِظَامِهِ مِنْ لَحْمٍ أَوْ عَصَبٍ مَا يَصْرِفُهُ ذَلِكَ عَنْ دِيْنِهِ وَيُوْضَعُ الْمِنْشَارُ عَلَى مِفْرَقِ رَأْسِهِ فَيَشُقُّ بِاثْنَيْنِ مَا يَصْرِفُهُ ذَلِكَ عَنْ دِيْنِهِ. (رواه البخاري).
... Sungguh telah terjadi kepada orang-orang sebelum kalian, ada yang disisir dengan sisir besi (sehingga) terkelupas daging dari tulang-tulangnya, akan tetapi itu tidak memalingkannya dari agamanya, dan ada pula yang diletakkan di atas kepalanya gergaji sampai terbelah dua, namun itu tidak memalingkannya dari agamanya... (HR. Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari dengan Fathul Bari, cet. Dar Ar-Royyan, Juz 7 hal. 202).
Ma’asyirol muslimin, Jama’ah shalat Jum’ah rahimakumullah.
Di akhir khutbah ini marilah kita renungkan, apa yang telah kita lakukan untuk membuktikan keimanan kita selama ini? Ujian dan cobaan apa saja yang telah kita alami dalam rangka mempertahankan iman kita? Apa yang telah kita korbankan untuk memperjuangkan aqidah dan iman kita? Sebaliknya, bila kita memperhatikan perjuangan Rasulullah SAW, Nabi Ibrahim AS, Nabi Isma’il AS dan umat Islam terdahulu lainnya, betapa mereka rela mengorbankan harta, tenaga, pikiran, bahkan nyawa sekalipun demi untuk mempertahankan iman dalam dada. Rasanya iman kita ini belum seberapa bila dibandingkan dengan iman mereka. Apakah kita tidak malu meminta balasan yang besar dari Allah SWT. sementara pengorbanan kita hanya seberapa atau jangan-jangan sedikit pun belum ada?
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم ، أم حسبتُمْ أن تدخلوا الجنةَ ولماّ يأتكم مثل الذين خَلَوْا من قبلكم، مسّتْهُمُ البأساءُ والضرّاء وزُلْزلوا حتى يقولَ الرسولُ والذين ءامنوا معه متى نصرُ الله، ألآ إنّ نصرَ اللهِ قريب.
بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم، ونفعني وإياكم بالأيات والذكر الحكيم وتقبل مني ومنكم تلاوته انه هو السميع العليم وقل رب اغفر وارحم وانت خير الراحمين.
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْ لاَ أَنْ هَدَانَا اللهُ. أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ؛ فَيَا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى حَقَّ تُقَاتِهِ، وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ وَمَلاَئَكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، فقال تعالى: إن الله وملائكته يصلون على النبي ياأيها الذين امنوا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ أَجْمَعِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ، وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ. اَللَّهُمَّ أَعْتِقْ رِقَابَنَا مِنَ النَّارِ وَأَوْسِعْ لَنَا مِنَ الرِّزْقِ فِي الْحَلاَلِ، وَاصْرِفْ عَنَّا فَسَقَةَ الْجِنِّ وَاْلإِنْسِ يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ. اَللَّهُمَ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِيْنَ وَأَرْخِصْ أَسْعَارَهُمْ وَآمِنْهُمْ فِيْ أَوْطَانِهِمْ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
Selasa, 28 September 2010
Serial Khutbah jum'at: Pentingnya Gaya Hidup Islam
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَىسيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ، اَلنَّبِيِّ اْلأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ. فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ، وَاتَّقُوا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ.
Hadirin jamaah Jum’at rahimakumullah.
Marilah kita senantiasa berupaya dengan sungguh-sungguh untuk selalu meningkatkan kualitas ketakwaan dan keimanan kepada Allah SWT.
Akhir-akhir ini sungguh sangat terasa sekali bahwa ternyata gaya hidup dan perilaku umat Islam sudah banyak yang terjangkiti dan mengikuti pada perilaku dan budaya Barat. Salah satunya yang paling mencolok adalah dalam hal tata cara berpakaian.
Mungkin saja sebagian kita tidak setuju pada anggapan ini, karena dalam segi dzohir saat ini justru wanita-wanita muslimah kita telah banyak yang berbusana muslimah. Kita memang boleh bersenang hati bila melihat berbagai mode busana Muslimah makin berkembang dan kian digemari oleh keluarga kita. Hanya saja masih sering kita jumpai ternyata busana-busana muslimah itu sama sekali tidak memenuhi standar seperti yang dikehendaki oleh syari’at Islam. Busana-busana itu masih mengikuti mode memamerkan aurat sebagai ciri pakaian jahiliyah.
Bahkan yang lebih memprihatinkan lagi adalah busana wanita kita pada umumnya, yang mayoritas beragama Islam ini, nyaris tidak kita jumpai mode pakaian yang tidak memamerkan aurat. Kalau tidak mempertontonkan aurat karena terbuka, maka memamerkan aurot dengan menonjolkan keketatan pakaian. Malah ada yang lengkap dengan dua bentuk itu: mempertontonkan dan menonjolkan aurat.
Hadirin jamaah Jum’at rahimakumullah.
Kita sebagai orang tua tentu harus selalu waspada, jangan sampai keluarga kita juga ada yang terjangkiti pengaruh Barat yang bejat ini. Marilah kita merasa takut pada ancaman akhirat dalam masalah ini. Tentu kita tidak ingin bila keluarga kita ada yang disiksa di Neraka. Ingatlah, Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam pernah bersabda:
صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا؛ قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُوْنَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيْلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُؤُوْسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيْحَهَا، وَإِنَّ رِيْحَهَا لَتُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ كَذَا وَكَذَا. (رواه مسلم عن أبي هريرة).
“Dua golongan ahli Neraka yang aku belum melihat mereka (di masaku ini) yaitu suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi, mereka memukuli manusia dengan cambuk itu. (Yang kedua ialah) kaum wanita yang berpakaian (tapi kenyataan-nya) telanjang (karena mengekspose aurat), jalannya berlenggak-lenggok (berpenampilan menggoda), kepala mereka seolah-olah punuk unta yang bergoyang. Mereka itu tak akan masuk Surga bahkan tak akan mendapatkan baunya, padahal baunya Surga itu tercium dari jarak sedemikian jauh”. (HR. Muslim, dari Abu Hurairah).
Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah.
Setiap umat Islam baik laki-laki maupun wanita wajib hukumnya memilih dan berkomitmen terhadap gaya hidup Islami dalam menjalani hidup dan kehidupannya. Hal ini sejalan dengan firman Allah Subhanahu Wata’ala:
قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ
“Katakanlah: ‘Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik’”. (QS. Yusuf: 108).
Berdasarkan ayat tersebut jelaslah bahwa bergaya hidup Islami hukumnya wajib atas setiap Muslim. Sebaliknya, gaya hidup jahili adalah haram baginya. Hanya saja dalam kenyataan sekarang ini justru membuat kita sangat sedih, sebab justru gaya hidup jahili (yang diharamkan) itulah yang melingkupi sebagian besar umat Islam. Fenomena ini persis seperti yang pernah disinyalir oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam.
لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى تَأْخُذَ أُمَّتِيْ بِأَخْذِ الْقُرُوْنِ قَبْلَهَا شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ. فَقِيْلَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، كَفَارِسَ وَالرُّوْمِ. فَقَالَ: وَمَنِ النَّاسُ إِلاَّ أُولَـئِكَ. (رواه البخاري عن أبي هريرة).
“Tidak akan terjadi kiamat sebelum umatku mengikuti jejak umat beberapa abad sebelumnya, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta”. Ada orang yang bertanya, “Ya Rasulullah, mengikuti orang Persia dan Romawi?” Jawab Beliau, “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (HR. Al-Bukhari dari Abu Hurairah).
Dalam hadits lainnya, Beliau bersabda:
لَتَتَّبِعَنَّ سَنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوْا جُحْرَ ضَبٍّ تَبِعْتُمُوْهُمْ. قُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، اَلْيَهُوْدُ وَالنَّصَارَى. قَالَ: فَمَنْ. (رواه البخاري عن أبي سعيد الخدري).
“Sesungguhnya kamu akan mengikuti jejak orang-orang yang sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, bahkan kalau mereka masuk ke lubang biawak, niscaya kamu mengikuti mereka”. Kami bertanya,”Ya Rasulullah, orang Yahudi dan Nasrani?” Jawab Nabi, “Siapa lagi?” (HR. Al-Bukhari dari Abu Sa’id Al-Khudri).
Hadirin jamaah Jum’at rahimakumullah.
Dua Hadits di atas menggambarkan suatu zaman di mana sebagian besar umat Islam telah kehilangan kepribadian Islamnya karena jiwa mereka telah terisi oleh jenis kepribadian yang lain. Mereka kehilangan gaya hidup yang hakiki karena telah mengadopsi gaya hidup jenis lain. Kiranya tak ada kehilangan yang patut ditangisi selain dari kehilangan kepribadian dan gaya hidup Islami. Sebab apalah artinya mengaku sebagai orang Islam kalau ternyata gaya hidup tak lagi Islami, malah persis seperti orang kafir? Inilah bencana kepribadian yang paling besar.
Hadirin jamaah Jum’at rahimakumullah.
Sekali lagi, sebagai orang tua kita berkewajiban untuk terus mengawal keluarga kita untuk selalu mempertahankan gaya hidup Islami. Kita harus waspada jangan sampai ada satu pun di antara keluarga kita yang terjerumus mengikuti gaya hidup jahili. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (QS. At-Tahrim: 6).
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم، قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ. بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم، ونفعني وإياكم بالأيات والذكر الحكيم وتقبل مني ومنكم تلاوته انه هو السميع العليم وقل رب اغفر وارحم وانت خير الراحمين.
Hadirin jamaah Jum’at rahimakumullah.
Marilah kita senantiasa berupaya dengan sungguh-sungguh untuk selalu meningkatkan kualitas ketakwaan dan keimanan kepada Allah SWT.
Akhir-akhir ini sungguh sangat terasa sekali bahwa ternyata gaya hidup dan perilaku umat Islam sudah banyak yang terjangkiti dan mengikuti pada perilaku dan budaya Barat. Salah satunya yang paling mencolok adalah dalam hal tata cara berpakaian.
Mungkin saja sebagian kita tidak setuju pada anggapan ini, karena dalam segi dzohir saat ini justru wanita-wanita muslimah kita telah banyak yang berbusana muslimah. Kita memang boleh bersenang hati bila melihat berbagai mode busana Muslimah makin berkembang dan kian digemari oleh keluarga kita. Hanya saja masih sering kita jumpai ternyata busana-busana muslimah itu sama sekali tidak memenuhi standar seperti yang dikehendaki oleh syari’at Islam. Busana-busana itu masih mengikuti mode memamerkan aurat sebagai ciri pakaian jahiliyah.
Bahkan yang lebih memprihatinkan lagi adalah busana wanita kita pada umumnya, yang mayoritas beragama Islam ini, nyaris tidak kita jumpai mode pakaian yang tidak memamerkan aurat. Kalau tidak mempertontonkan aurat karena terbuka, maka memamerkan aurot dengan menonjolkan keketatan pakaian. Malah ada yang lengkap dengan dua bentuk itu: mempertontonkan dan menonjolkan aurat.
Hadirin jamaah Jum’at rahimakumullah.
Kita sebagai orang tua tentu harus selalu waspada, jangan sampai keluarga kita juga ada yang terjangkiti pengaruh Barat yang bejat ini. Marilah kita merasa takut pada ancaman akhirat dalam masalah ini. Tentu kita tidak ingin bila keluarga kita ada yang disiksa di Neraka. Ingatlah, Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam pernah bersabda:
صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا؛ قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُوْنَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيْلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُؤُوْسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيْحَهَا، وَإِنَّ رِيْحَهَا لَتُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ كَذَا وَكَذَا. (رواه مسلم عن أبي هريرة).
“Dua golongan ahli Neraka yang aku belum melihat mereka (di masaku ini) yaitu suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi, mereka memukuli manusia dengan cambuk itu. (Yang kedua ialah) kaum wanita yang berpakaian (tapi kenyataan-nya) telanjang (karena mengekspose aurat), jalannya berlenggak-lenggok (berpenampilan menggoda), kepala mereka seolah-olah punuk unta yang bergoyang. Mereka itu tak akan masuk Surga bahkan tak akan mendapatkan baunya, padahal baunya Surga itu tercium dari jarak sedemikian jauh”. (HR. Muslim, dari Abu Hurairah).
Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah.
Setiap umat Islam baik laki-laki maupun wanita wajib hukumnya memilih dan berkomitmen terhadap gaya hidup Islami dalam menjalani hidup dan kehidupannya. Hal ini sejalan dengan firman Allah Subhanahu Wata’ala:
قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ
“Katakanlah: ‘Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik’”. (QS. Yusuf: 108).
Berdasarkan ayat tersebut jelaslah bahwa bergaya hidup Islami hukumnya wajib atas setiap Muslim. Sebaliknya, gaya hidup jahili adalah haram baginya. Hanya saja dalam kenyataan sekarang ini justru membuat kita sangat sedih, sebab justru gaya hidup jahili (yang diharamkan) itulah yang melingkupi sebagian besar umat Islam. Fenomena ini persis seperti yang pernah disinyalir oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam.
لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى تَأْخُذَ أُمَّتِيْ بِأَخْذِ الْقُرُوْنِ قَبْلَهَا شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ. فَقِيْلَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، كَفَارِسَ وَالرُّوْمِ. فَقَالَ: وَمَنِ النَّاسُ إِلاَّ أُولَـئِكَ. (رواه البخاري عن أبي هريرة).
“Tidak akan terjadi kiamat sebelum umatku mengikuti jejak umat beberapa abad sebelumnya, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta”. Ada orang yang bertanya, “Ya Rasulullah, mengikuti orang Persia dan Romawi?” Jawab Beliau, “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (HR. Al-Bukhari dari Abu Hurairah).
Dalam hadits lainnya, Beliau bersabda:
لَتَتَّبِعَنَّ سَنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوْا جُحْرَ ضَبٍّ تَبِعْتُمُوْهُمْ. قُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، اَلْيَهُوْدُ وَالنَّصَارَى. قَالَ: فَمَنْ. (رواه البخاري عن أبي سعيد الخدري).
“Sesungguhnya kamu akan mengikuti jejak orang-orang yang sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, bahkan kalau mereka masuk ke lubang biawak, niscaya kamu mengikuti mereka”. Kami bertanya,”Ya Rasulullah, orang Yahudi dan Nasrani?” Jawab Nabi, “Siapa lagi?” (HR. Al-Bukhari dari Abu Sa’id Al-Khudri).
Hadirin jamaah Jum’at rahimakumullah.
Dua Hadits di atas menggambarkan suatu zaman di mana sebagian besar umat Islam telah kehilangan kepribadian Islamnya karena jiwa mereka telah terisi oleh jenis kepribadian yang lain. Mereka kehilangan gaya hidup yang hakiki karena telah mengadopsi gaya hidup jenis lain. Kiranya tak ada kehilangan yang patut ditangisi selain dari kehilangan kepribadian dan gaya hidup Islami. Sebab apalah artinya mengaku sebagai orang Islam kalau ternyata gaya hidup tak lagi Islami, malah persis seperti orang kafir? Inilah bencana kepribadian yang paling besar.
Hadirin jamaah Jum’at rahimakumullah.
Sekali lagi, sebagai orang tua kita berkewajiban untuk terus mengawal keluarga kita untuk selalu mempertahankan gaya hidup Islami. Kita harus waspada jangan sampai ada satu pun di antara keluarga kita yang terjerumus mengikuti gaya hidup jahili. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (QS. At-Tahrim: 6).
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم، قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ. بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم، ونفعني وإياكم بالأيات والذكر الحكيم وتقبل مني ومنكم تلاوته انه هو السميع العليم وقل رب اغفر وارحم وانت خير الراحمين.
Serial Khutbah Jum'at: Jelang Idul Fitri
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الْمَحْمُوْدِ عَلَى كُلِّ حَالٍ، اَلْمَوْصُوْفِ بِصِفَاتِ الْجَلاَلِ وَالْكَمَالِ، الْمَعْرُوْفِ بِمَزِيْدِ اْلإِنْعَامِ وَاْلإِفْضَالِ. أَحْمَدُهُ سُبْحَاَنَهُ وَهُوَ الْمَحْمُوْدُ عَلَى كُلِّ حَالٍ. وَأَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ ذُو الْعَظَمَةِ وَالْجَلاَلِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَخَلِيْلُهُ الصَّادِقُ الْمَقَالِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ خَيْرِ صَحْبٍ وَآلٍ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كثيرا. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى حَقَّ تُقَاتِهِ، حَيْثُ قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Ma’asyiral muslimin, jama’ah sholat Jum’ah rahimakumullah.
Marilah kita senantiasa meningkatkan nilai ketaqwaan kepada Allah Subhanahu wata’ala dengan segala upaya dan usaha yang sungguh-sungguh, agar kita benar-benar menjadi bagian dari golongan al muttaqin.
Ma’asyiral muslimin, rohimakumullah.
Tak terasa Bulan Ramadlan hampir meninggalkan kita. Bulan yang siapa melakukan amal sunnah di dalamnya mendapatkan pahala amal wajib, yang melaksanakan amal wajib dilipatgandakan menjadi 70 kali lipat dari amalan wajib di luar Ramadlan, siapa yang membaca satu ayat Al-Quran ganjarannya sama seperti mengkhatamkan Al-Quran pada bulan-bulan yang lain, siapa yang memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu, siapa yang mendapatkan lailatul qodar maka dia bagaikan memperoleh pahala beramal selama 83 tahun lebih. Bulan di mana pintu-pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup dan syetan dibelenggu. Dan masih banyak keutamaan-keutamaan lainnya di bulan ini. Ternyata, bulan yang disebut syahrun mubarok (bulan penuh berkah) ini sudah tinggal sesaat lagi akan terlewati.
Ma’asyiral muslimin, rohimakumullah.
Pengakuan tentang pentingnya sesuatu itu kebanyakan baru muncul pada saat sesuatu itu telah tiada. Ketika sesuatu itu telah berpisah dari kita, biasanya baru terasa ada perasaan kehilangan. Begitu juga halnya dengan nilai pentingnya bulan Ramadlan. Pada saat bulan mulia ini datang, tiada yang ditonjolkan kecuali perasaan biasa-biasa saja. Rasa penyesalan dan kehilangan baru muncul manakala Ramadlan telah purna.
Karena saking penting dan berharganya bulan Ramadlan ini, para malaikat, bumi dan langit menangis ketika bulan Ramadlan akan berakhir.
ِإذَا كَانَ َاخِرُ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ بَكَتِ السَّمَوَاتُ وَاْلاَرْضُ وِالْمَلاَئِكَةُ مُصِيْبَةً لِاُمَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ قِيْلَ اَيُّ مُصِيْبَةٍ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم هِيَ ذَهَابُ رَمَضَانَ لِاَنَّ الدَّعْوَاتِ فِيْهِ مُسْتَجَابَةٌ وَالصَّدَاقَةً مَقْبُوْلَةٌ (الحديث)
“Ketika tiba akhir malam Ramadlan, langit, bumi dan malaikat menangis karena adanya musibah yang menimpa umat Nabi Muhammad. (Sahabat) bertanya, “Musibah apakah wahai Rasulullah?” Nabi menjawab, “Berpisah dengan bulan Ramadlan, sebab pada bulan ini doa dikabulkan dan shadaqah diterima.”
Ma’asyiral muslimin, rohimakumullah.
Yang patut disayangkan ternyata sebagian besar masyarakat kita menunjukkan sikap biasa-biasa saja bahkan masa bodoh terhadap hadirnya bulan mulia ini. Hal ini dapat terbaca dari begitu banyaknya masyarakat yang dengan sangat telanjang menampakkan keengganannya dalam melakukan ibadah puasa. Di berbagai daerah terutama di pusat-pusat keramaian, suasana puasa Ramadlan sama sekali tidak terasa. Dari mulai pedagang kakilima hingga restoran mewah kebanyakan tetap buka di siang hari dengan tanpa berusaha sedikit pun menghormati kemuliaan bulan ini. Kesakralan bulan mulia makin tergerus, ketika para pekerja, tukang becak, sopir, pedagang keliling dan orang-orang yang hilir mudik di jalanan mulai menunjukkan keengganannya berpuasa. Tanpa merasa sedikit pun risih, malu dan berdosa, mereka makan, minum dan merokok di depan banyak orang. Yang lebih memprihatinkan lagi, sebagian dari mereka justru mengakui bahwa hal ini adalah perbuatan dosa tapi terucap dari sebuah mulut dan ekspresi raut muka yang seakan tanpa penyesalan dan merasa bersalah.
Nuansa bulan Ramadlan pun makin kurang maknanya oleh keragaman acara di televisi. Memang, harus diakui dalam bulan Ramadlan sajian televisi-televisi tentang keislaman relativ meningkat dibanding bulan-bulan biasa, tetapi hal itu bukanlah sesuatu yang menggembirakan, sebab sejatinya program televisi itu semata-mata hanya mengejar keuntungan. Hal ini dapat dibuktikan, ketika Ramadlan berlalu, maka berakhir pula tayangan-tayangan keislaman seperti itu. Bahkan para artis yang pada bulan Ramadlan tampil penuh keislaman dengan menutup auratnya, seusai Ramadlan mereka hampir pasti akan kembali ke habitat aslinya, tampil buka-bukaan lagi. Pemandangan seperti ini tentu sangat menyesatkan dan membahayakan terhadap jiwa dan aqidah para generasi muda Islam. Mereka bisa saja salah memahami bahwa ternyata ketaqwaan itu hanya ada di bulan Ramadlan saja, orang wajib menutup aurat hanya ketika ada acara-acara keislaman, di luar itu mereka bebas melakukan apa saja.
Sebagai bagian dari umat Islam kita tentu harus berupaya untuk mencegah agar keadaan seperti gambaran tadi yang sekarang lagi menjangkiti masyarakat secara luas ini tidak semakin merajalela. Dan kami mengajak kepada semuanya khususnya diri saya pribadi, marilah sisa Ramadlan yang tinggal sesaat ini betul-betul dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.
Bagi yang dapat melaksanakan ibadah puasa dan serangkaian ibadah-ibadah lainnya di bulan ini tentu harus bersyukur kepada Allah SWT, dengan harapan semoga serangkaian ibadah yang dilakukan pada bulan suci ini merupakan proses untuk menjadikannya sebagai manusia yang bertaqwa, sesuai dengan apa yang difirmankan oleh Allah SWT:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS. Al Baqarah;183).
Seperti halnya tanah yang bisa bernilai harganya manakala ia telah diproses melalui sebuah pembakaran sehingga menjadi genting atau perkakas rumah tangga lainnya. Tak ubahnya pula dengan besi yang bisa berubah mahal harganya ketika melewati proses pembakaran sehingga berubah menjadi mobil, motor atau produk-produk berharga lainnya. Atau sama halnya dengan ulat berbulu yang asalnya menjijikkan, namun setelah melewati proses bertafakkur dalam kepompong selama 36 hari dia bisa berubah menjadi kupu-kupu yang sangat menarik, berwarna-warni, terbang kian kemari.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.
Salah satu bentuk ekspresi syukur atas pelaksanaan ibadah di bulan Ramadlan adalah tidak terjadinya kemandekan amal setelahnya karena memang bulan Ramadlan memiliki keterkaitan erat dengan bulan Syawal. Hal ini bisa dibuktikan antara lain dengan anjuran menyusuli puasa Ramadlan dengan puasa enam hari di bulan Syawal. Artinya selepas bulan Ramadlan sebisa mungkin amal seseorang justru harus lebih ditingkatkan. Jika bulan Ramadlan merupakan bulan pembakaran, maka bulan Syawal nanti adalah bulan peningkatan amal sebagaimana makna harfiyahnya masing-masing.
Keterputusan amal bersamaan berlalunya bulan Ramadlan harus benar-benar dihindari. Sebaik-baiknya amal adalah amal yang sambung-menyambung, susul-menyusul dan tidak berhenti di tengah jalan begitu menganggap selesai, hingga datang saat kematian. Allah SWT. berfirman:
فإذا فرغت فانصب
“Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), maka lanjutkanlah dengan sungguh-sungguh (urusan lain).” (QS. Alamnashrah:7).
Rasulullah SAW bersabda:
أحب الأعمال إلى الله الحال المرتحل أخرجه الترميذي
“Sebaik-baiknya amal bagi Allah SWT adalah begitu selesai (sampai tujuan) segera berangkat lagi.”
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم ، يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ ، بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم، ونفعني وإياكم بالأيات والذكر الحكيم وتقبل مني ومنكم تلاوته انه هو السميع العليم وقل رب اغفر وارحم وانت خير الراحمين.
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْ لاَ أَنْ هَدَانَا اللهُ. أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ؛ فَيَا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى حَقَّ تُقَاتِهِ، وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ وَمَلاَئَكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، فقال تعالى: إن الله وملائكته يصلون على النبي ياأيها الذين امنوا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ أَجْمَعِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ، وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ. اَللَّهُمَّ أَعْتِقْ رِقَابَنَا مِنَ النَّارِ وَأَوْسِعْ لَنَا مِنَ الرِّزْقِ فِي الْحَلاَلِ، وَاصْرِفْ عَنَّا فَسَقَةَ الْجِنِّ وَاْلإِنْسِ يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ. اَللَّهُمَ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِيْنَ وَأَرْخِصْ أَسْعَارَهُمْ وَآمِنْهُمْ فِيْ أَوْطَانِهِمْ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
Ma’asyiral muslimin, jama’ah sholat Jum’ah rahimakumullah.
Marilah kita senantiasa meningkatkan nilai ketaqwaan kepada Allah Subhanahu wata’ala dengan segala upaya dan usaha yang sungguh-sungguh, agar kita benar-benar menjadi bagian dari golongan al muttaqin.
Ma’asyiral muslimin, rohimakumullah.
Tak terasa Bulan Ramadlan hampir meninggalkan kita. Bulan yang siapa melakukan amal sunnah di dalamnya mendapatkan pahala amal wajib, yang melaksanakan amal wajib dilipatgandakan menjadi 70 kali lipat dari amalan wajib di luar Ramadlan, siapa yang membaca satu ayat Al-Quran ganjarannya sama seperti mengkhatamkan Al-Quran pada bulan-bulan yang lain, siapa yang memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu, siapa yang mendapatkan lailatul qodar maka dia bagaikan memperoleh pahala beramal selama 83 tahun lebih. Bulan di mana pintu-pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup dan syetan dibelenggu. Dan masih banyak keutamaan-keutamaan lainnya di bulan ini. Ternyata, bulan yang disebut syahrun mubarok (bulan penuh berkah) ini sudah tinggal sesaat lagi akan terlewati.
Ma’asyiral muslimin, rohimakumullah.
Pengakuan tentang pentingnya sesuatu itu kebanyakan baru muncul pada saat sesuatu itu telah tiada. Ketika sesuatu itu telah berpisah dari kita, biasanya baru terasa ada perasaan kehilangan. Begitu juga halnya dengan nilai pentingnya bulan Ramadlan. Pada saat bulan mulia ini datang, tiada yang ditonjolkan kecuali perasaan biasa-biasa saja. Rasa penyesalan dan kehilangan baru muncul manakala Ramadlan telah purna.
Karena saking penting dan berharganya bulan Ramadlan ini, para malaikat, bumi dan langit menangis ketika bulan Ramadlan akan berakhir.
ِإذَا كَانَ َاخِرُ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ بَكَتِ السَّمَوَاتُ وَاْلاَرْضُ وِالْمَلاَئِكَةُ مُصِيْبَةً لِاُمَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ قِيْلَ اَيُّ مُصِيْبَةٍ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم هِيَ ذَهَابُ رَمَضَانَ لِاَنَّ الدَّعْوَاتِ فِيْهِ مُسْتَجَابَةٌ وَالصَّدَاقَةً مَقْبُوْلَةٌ (الحديث)
“Ketika tiba akhir malam Ramadlan, langit, bumi dan malaikat menangis karena adanya musibah yang menimpa umat Nabi Muhammad. (Sahabat) bertanya, “Musibah apakah wahai Rasulullah?” Nabi menjawab, “Berpisah dengan bulan Ramadlan, sebab pada bulan ini doa dikabulkan dan shadaqah diterima.”
Ma’asyiral muslimin, rohimakumullah.
Yang patut disayangkan ternyata sebagian besar masyarakat kita menunjukkan sikap biasa-biasa saja bahkan masa bodoh terhadap hadirnya bulan mulia ini. Hal ini dapat terbaca dari begitu banyaknya masyarakat yang dengan sangat telanjang menampakkan keengganannya dalam melakukan ibadah puasa. Di berbagai daerah terutama di pusat-pusat keramaian, suasana puasa Ramadlan sama sekali tidak terasa. Dari mulai pedagang kakilima hingga restoran mewah kebanyakan tetap buka di siang hari dengan tanpa berusaha sedikit pun menghormati kemuliaan bulan ini. Kesakralan bulan mulia makin tergerus, ketika para pekerja, tukang becak, sopir, pedagang keliling dan orang-orang yang hilir mudik di jalanan mulai menunjukkan keengganannya berpuasa. Tanpa merasa sedikit pun risih, malu dan berdosa, mereka makan, minum dan merokok di depan banyak orang. Yang lebih memprihatinkan lagi, sebagian dari mereka justru mengakui bahwa hal ini adalah perbuatan dosa tapi terucap dari sebuah mulut dan ekspresi raut muka yang seakan tanpa penyesalan dan merasa bersalah.
Nuansa bulan Ramadlan pun makin kurang maknanya oleh keragaman acara di televisi. Memang, harus diakui dalam bulan Ramadlan sajian televisi-televisi tentang keislaman relativ meningkat dibanding bulan-bulan biasa, tetapi hal itu bukanlah sesuatu yang menggembirakan, sebab sejatinya program televisi itu semata-mata hanya mengejar keuntungan. Hal ini dapat dibuktikan, ketika Ramadlan berlalu, maka berakhir pula tayangan-tayangan keislaman seperti itu. Bahkan para artis yang pada bulan Ramadlan tampil penuh keislaman dengan menutup auratnya, seusai Ramadlan mereka hampir pasti akan kembali ke habitat aslinya, tampil buka-bukaan lagi. Pemandangan seperti ini tentu sangat menyesatkan dan membahayakan terhadap jiwa dan aqidah para generasi muda Islam. Mereka bisa saja salah memahami bahwa ternyata ketaqwaan itu hanya ada di bulan Ramadlan saja, orang wajib menutup aurat hanya ketika ada acara-acara keislaman, di luar itu mereka bebas melakukan apa saja.
Sebagai bagian dari umat Islam kita tentu harus berupaya untuk mencegah agar keadaan seperti gambaran tadi yang sekarang lagi menjangkiti masyarakat secara luas ini tidak semakin merajalela. Dan kami mengajak kepada semuanya khususnya diri saya pribadi, marilah sisa Ramadlan yang tinggal sesaat ini betul-betul dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.
Bagi yang dapat melaksanakan ibadah puasa dan serangkaian ibadah-ibadah lainnya di bulan ini tentu harus bersyukur kepada Allah SWT, dengan harapan semoga serangkaian ibadah yang dilakukan pada bulan suci ini merupakan proses untuk menjadikannya sebagai manusia yang bertaqwa, sesuai dengan apa yang difirmankan oleh Allah SWT:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS. Al Baqarah;183).
Seperti halnya tanah yang bisa bernilai harganya manakala ia telah diproses melalui sebuah pembakaran sehingga menjadi genting atau perkakas rumah tangga lainnya. Tak ubahnya pula dengan besi yang bisa berubah mahal harganya ketika melewati proses pembakaran sehingga berubah menjadi mobil, motor atau produk-produk berharga lainnya. Atau sama halnya dengan ulat berbulu yang asalnya menjijikkan, namun setelah melewati proses bertafakkur dalam kepompong selama 36 hari dia bisa berubah menjadi kupu-kupu yang sangat menarik, berwarna-warni, terbang kian kemari.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.
Salah satu bentuk ekspresi syukur atas pelaksanaan ibadah di bulan Ramadlan adalah tidak terjadinya kemandekan amal setelahnya karena memang bulan Ramadlan memiliki keterkaitan erat dengan bulan Syawal. Hal ini bisa dibuktikan antara lain dengan anjuran menyusuli puasa Ramadlan dengan puasa enam hari di bulan Syawal. Artinya selepas bulan Ramadlan sebisa mungkin amal seseorang justru harus lebih ditingkatkan. Jika bulan Ramadlan merupakan bulan pembakaran, maka bulan Syawal nanti adalah bulan peningkatan amal sebagaimana makna harfiyahnya masing-masing.
Keterputusan amal bersamaan berlalunya bulan Ramadlan harus benar-benar dihindari. Sebaik-baiknya amal adalah amal yang sambung-menyambung, susul-menyusul dan tidak berhenti di tengah jalan begitu menganggap selesai, hingga datang saat kematian. Allah SWT. berfirman:
فإذا فرغت فانصب
“Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), maka lanjutkanlah dengan sungguh-sungguh (urusan lain).” (QS. Alamnashrah:7).
Rasulullah SAW bersabda:
أحب الأعمال إلى الله الحال المرتحل أخرجه الترميذي
“Sebaik-baiknya amal bagi Allah SWT adalah begitu selesai (sampai tujuan) segera berangkat lagi.”
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم ، يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ ، بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم، ونفعني وإياكم بالأيات والذكر الحكيم وتقبل مني ومنكم تلاوته انه هو السميع العليم وقل رب اغفر وارحم وانت خير الراحمين.
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْ لاَ أَنْ هَدَانَا اللهُ. أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ؛ فَيَا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى حَقَّ تُقَاتِهِ، وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ وَمَلاَئَكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، فقال تعالى: إن الله وملائكته يصلون على النبي ياأيها الذين امنوا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ أَجْمَعِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ، وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ. اَللَّهُمَّ أَعْتِقْ رِقَابَنَا مِنَ النَّارِ وَأَوْسِعْ لَنَا مِنَ الرِّزْقِ فِي الْحَلاَلِ، وَاصْرِفْ عَنَّا فَسَقَةَ الْجِنِّ وَاْلإِنْسِ يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ. اَللَّهُمَ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِيْنَ وَأَرْخِصْ أَسْعَارَهُمْ وَآمِنْهُمْ فِيْ أَوْطَانِهِمْ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
Serial Khutbah Jum'at: Buah Taqwa
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الْمَحْمُوْدِ عَلَى كُلِّ حَالٍ، اَلْمَوْصُوْفِ بِصِفَاتِ الْجَلاَلِ وَالْكَمَالِ، الْمَعْرُوْفِ بِمَزِيْدِ اْلإِنْعَامِ وَاْلإِفْضَالِ. أَحْمَدُهُ سُبْحَاَنَهُ وَهُوَ الْمَحْمُوْدُ عَلَى كُلِّ حَالٍ. وَأَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ ذُو الْعَظَمَةِ وَالْجَلاَلِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَخَلِيْلُهُ الصَّادِقُ الْمَقَالِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ خَيْرِ صَحْبٍ وَآلٍ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كثيرا. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى حَقَّ تُقَاتِهِ، حَيْثُ قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Ma’asyiral muslimin, jama’ah sholat Jum’at rahimakumullah.
Marilah kita senantiasa berusaha meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. sebab hanya dengan jalan iman dan taqwa, kita akan menggapai kebahagiaan di dunia dan akhirat kelak. Predikat iman dan taqwa inilah yang senantiasa harus kita syukuri, sebab keduanya adalah dua daun pintu bagi terbukanya rizki kita yang penuh barakah, bukan rizki haram yang dilaknat Allah.
Ikhwani, jama’ah sholat Jum’at rahimakumullah.
Setidaknya ada tujuh buah iman bagi kaum Mukminin yang berpotensi membukakan pintu rizqi, yaitu:
Pertama, Iman membuahkan taqwallah, menjalankan perintah Allah SWT. dan menjauhi laranganNya. Taqwa ini akan membukakan pintu rizki. Allah SWT. berfirman dalam (QS; Ath Thalaq : 2-3):
ومن يتق الله يجعل له مخرجا ويرزقه من حيث لا يحتسب
Artinya: Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.
Kedua, iman membuahkan pula taubat dan istighfar; yang akan menebar rizki untuk kita sekalian. Rasulullah bersabda:
مَنْ أَكْثَرَ الاِسْتغْفَارَ جَعَلَ اللهُ لَهُ مِنْ كُلِّ غَمٍّ فَرَجًا وَمِنْ كُلِّ ضَيْقٍ مَخْرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ (رواه أحمد وأبو داود وابن ماجه)
“Barang siapa yang memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah) niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihan jalan keluar, untuk setiap kesempitannya kelapangan dan Allah akan memberikan rizki (yang halal) dari arah yang tidak disangka-sangka “(HR. Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah)
Ketiga: Iman membuahkan tawakkal, yaitu berusaha dengan disertai sikap menyandarkan diri hanya kepada Allah yang memberikan kesehatan, rizki, manfaat, bahaya, kekayaan, kemiskinan, hidup dan kematian serta segala yang ada, tawakkal ini akan membukakan rizki dari Allah, sebagaimana janjinya dalam QS: 65 At-Thalaq: 3):
ومن يتوكل على الله فهو حسبه
Artinya: Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.
Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam memberikan contoh yang benar tentang bertawakkal.
لَوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَوَكَلُوْنَ عَلَى اللهِ حَقَّ تَوَكُلِّهِ لَرُزِقْتُمْ كَمَا تُرْزَقُ الطَّيْرُ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُحُ بِطَانًا (رواه الترمذى).
“Sungguh seandainya kalian bertawakkal kepada Allah sebenar-benar tawakal niscaya kalian akan diberikan rizki sebagai-mana rizki-rizki burung-burung, mereka berangkat pergi dalam keadaan lapar, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang” (HR. Timidzi No. 2344).
Maasyiral muslimin ....................
Keempat: Iman dan taqwa membuahkan taqarrub yang berupa rajin mengabdi bahkan sepenuhnya mengabdi beribadah kepada Allah lahir bathin khusu dan khudhu. Beribadah yang sepenuhnya akan dapat membuka rizki Allah. Sebagaimana sabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam :
يَقُوْلُ رَبُّكُمْ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: يَا ابْنَ آدَمَ، تَفَرَّغْ لِعِبَادَتِيْ أَمْلأُ قَلْبَكَ غِنًى وَأَمْلأُ يَدَيْكَ رِزْقًا، يَا ابْنَ آدَمَ، لاَ تُبَاعِدْنِي فَأَمْلأُ قَلْبَكَ فَقْرًا وَأَمْلأُ يَدَيْكَ شُغْلاً (رواه الحاكم، سلسلة الأحاديث الصحيحة)
“Rabb kalian berkata; Wahai anak Adam! Beribadahlah kepadaKu sepenuhnya, niscaya aku penuhi hatimu dengan kekayaan dan Aku penuhi kedua tanganmu dengan rizki. Wahai anak Adam! Jangan jauhi Aku, sehingga aku penuhi hatimu dengan kefakiran dan Aku penuhi kedua tanganmu dengan kesibukan”. (HR. Al-Hakim: Silsilah Al-Hadits Ash-Shahihah No. 1359).
Kelima: Iman dan taqwa membimbing hijrah fisabilillah. Perubahan sikap dari yang buruk kepada sikap kebaikan, atau hijrah adalah perpindahan dari negeri kafir, menuju negeri kaum Muslimin, menolong mereka untuk mencapai keridhaan Allah (Tafsir manar, 5: 39). Hijrah ini membukakan pintu rizki Allah dengan janjiNya dalam surat An-Nisa ayat 100:
•
Artinya: Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, Kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya disisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Keenam: Iman dan Taqwa membuahkan gemar berinfaq: Yaitu infaq yang dianjurkan agama, seperti infaq kepada fakir miskin atau untuk kepentingan agama Allah. Infak manjadikan pintu rizki terbuka, Allah Subhanahu wa Ta’ala berjanji dalam QS: Saba: 39)
•
Artinya: Katakanlah: "Sesungguhnya Rabb-ku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendakiNya diantara hamba-hambaNya dan menyempitkan (siapa yang dikehendakiNya)”. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.
Ma’asyiral muslimin, jama’ah sholat Jum’at rahimakumullah.
Ketujuh, Iman dan Taqwa membuahkan pula gemar bersilaturahmi yaitu berbuat baik kepada segenap kerabat dari garis keturunan maupun perkawinan dengan lemah lembut, kasih dan melindungi (Muqatul Mafatih, 8/645). Silaturahim ini menjadi pintu pembuka rizki. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَاَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِيْ أَثَرِهِ فَلْيِصِلْ رَحِمَهُ.
“Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya) maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahmi”. (HR. Bukhari No. 5985).
Silaturahim ini menyangkut pula kerabat yang belum Islam atau yang bermaksiat, dengan usaha menyadarkan mereka, buka mendukung kemungkaran atau kemaksiatannya. Namun bila mereka semakin merajalela dengan cara silaturahim ini maka menjauhi adalah yang terbaik, namun tetap kita mohonkan hidayah.
Ma’asyiral muslimin, jama’ah sholat Jum’at rahimakumullah.
Terakhir, marilah kita simpulkan agar kita senantiasa ingat apa yang menjamin kita untuk memperoleh rizki Allah yang berkah di dunia dan akhirat. Yaitu Taqwallah, Istiqhfar atau Taubat, Tawakal, Taqarrub, berinfaq, dan silaturrahim.
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
ومن يتق الله يجعل له مخرجا ويرزقه من حيث لا يحتسب
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ.
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْ لاَ أَنْ هَدَانَا اللهُ. أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ؛ فَيَا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى حَقَّ تُقَاتِهِ، وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ وَمَلاَئَكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، فقال تعالى: إن الله وملائكته يصلون على النبي ياأيها الذين امنوا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ أَجْمَعِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ، وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ. اَللَّهُمَّ أَعْتِقْ رِقَابَنَا مِنَ النَّارِ وَأَوْسِعْ لَنَا مِنَ الرِّزْقِ فِي الْحَلاَلِ، وَاصْرِفْ عَنَّا فَسَقَةَ الْجِنِّ وَاْلإِنْسِ يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ. اَللَّهُمَ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِيْنَ وَأَرْخِصْ أَسْعَارَهُمْ وَآمِنْهُمْ فِيْ أَوْطَانِهِمْ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
Ma’asyiral muslimin, jama’ah sholat Jum’at rahimakumullah.
Marilah kita senantiasa berusaha meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. sebab hanya dengan jalan iman dan taqwa, kita akan menggapai kebahagiaan di dunia dan akhirat kelak. Predikat iman dan taqwa inilah yang senantiasa harus kita syukuri, sebab keduanya adalah dua daun pintu bagi terbukanya rizki kita yang penuh barakah, bukan rizki haram yang dilaknat Allah.
Ikhwani, jama’ah sholat Jum’at rahimakumullah.
Setidaknya ada tujuh buah iman bagi kaum Mukminin yang berpotensi membukakan pintu rizqi, yaitu:
Pertama, Iman membuahkan taqwallah, menjalankan perintah Allah SWT. dan menjauhi laranganNya. Taqwa ini akan membukakan pintu rizki. Allah SWT. berfirman dalam (QS; Ath Thalaq : 2-3):
ومن يتق الله يجعل له مخرجا ويرزقه من حيث لا يحتسب
Artinya: Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.
Kedua, iman membuahkan pula taubat dan istighfar; yang akan menebar rizki untuk kita sekalian. Rasulullah bersabda:
مَنْ أَكْثَرَ الاِسْتغْفَارَ جَعَلَ اللهُ لَهُ مِنْ كُلِّ غَمٍّ فَرَجًا وَمِنْ كُلِّ ضَيْقٍ مَخْرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ (رواه أحمد وأبو داود وابن ماجه)
“Barang siapa yang memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah) niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihan jalan keluar, untuk setiap kesempitannya kelapangan dan Allah akan memberikan rizki (yang halal) dari arah yang tidak disangka-sangka “(HR. Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah)
Ketiga: Iman membuahkan tawakkal, yaitu berusaha dengan disertai sikap menyandarkan diri hanya kepada Allah yang memberikan kesehatan, rizki, manfaat, bahaya, kekayaan, kemiskinan, hidup dan kematian serta segala yang ada, tawakkal ini akan membukakan rizki dari Allah, sebagaimana janjinya dalam QS: 65 At-Thalaq: 3):
ومن يتوكل على الله فهو حسبه
Artinya: Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.
Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam memberikan contoh yang benar tentang bertawakkal.
لَوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَوَكَلُوْنَ عَلَى اللهِ حَقَّ تَوَكُلِّهِ لَرُزِقْتُمْ كَمَا تُرْزَقُ الطَّيْرُ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُحُ بِطَانًا (رواه الترمذى).
“Sungguh seandainya kalian bertawakkal kepada Allah sebenar-benar tawakal niscaya kalian akan diberikan rizki sebagai-mana rizki-rizki burung-burung, mereka berangkat pergi dalam keadaan lapar, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang” (HR. Timidzi No. 2344).
Maasyiral muslimin ....................
Keempat: Iman dan taqwa membuahkan taqarrub yang berupa rajin mengabdi bahkan sepenuhnya mengabdi beribadah kepada Allah lahir bathin khusu dan khudhu. Beribadah yang sepenuhnya akan dapat membuka rizki Allah. Sebagaimana sabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam :
يَقُوْلُ رَبُّكُمْ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: يَا ابْنَ آدَمَ، تَفَرَّغْ لِعِبَادَتِيْ أَمْلأُ قَلْبَكَ غِنًى وَأَمْلأُ يَدَيْكَ رِزْقًا، يَا ابْنَ آدَمَ، لاَ تُبَاعِدْنِي فَأَمْلأُ قَلْبَكَ فَقْرًا وَأَمْلأُ يَدَيْكَ شُغْلاً (رواه الحاكم، سلسلة الأحاديث الصحيحة)
“Rabb kalian berkata; Wahai anak Adam! Beribadahlah kepadaKu sepenuhnya, niscaya aku penuhi hatimu dengan kekayaan dan Aku penuhi kedua tanganmu dengan rizki. Wahai anak Adam! Jangan jauhi Aku, sehingga aku penuhi hatimu dengan kefakiran dan Aku penuhi kedua tanganmu dengan kesibukan”. (HR. Al-Hakim: Silsilah Al-Hadits Ash-Shahihah No. 1359).
Kelima: Iman dan taqwa membimbing hijrah fisabilillah. Perubahan sikap dari yang buruk kepada sikap kebaikan, atau hijrah adalah perpindahan dari negeri kafir, menuju negeri kaum Muslimin, menolong mereka untuk mencapai keridhaan Allah (Tafsir manar, 5: 39). Hijrah ini membukakan pintu rizki Allah dengan janjiNya dalam surat An-Nisa ayat 100:
•
Artinya: Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, Kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya disisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Keenam: Iman dan Taqwa membuahkan gemar berinfaq: Yaitu infaq yang dianjurkan agama, seperti infaq kepada fakir miskin atau untuk kepentingan agama Allah. Infak manjadikan pintu rizki terbuka, Allah Subhanahu wa Ta’ala berjanji dalam QS: Saba: 39)
•
Artinya: Katakanlah: "Sesungguhnya Rabb-ku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendakiNya diantara hamba-hambaNya dan menyempitkan (siapa yang dikehendakiNya)”. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.
Ma’asyiral muslimin, jama’ah sholat Jum’at rahimakumullah.
Ketujuh, Iman dan Taqwa membuahkan pula gemar bersilaturahmi yaitu berbuat baik kepada segenap kerabat dari garis keturunan maupun perkawinan dengan lemah lembut, kasih dan melindungi (Muqatul Mafatih, 8/645). Silaturahim ini menjadi pintu pembuka rizki. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَاَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِيْ أَثَرِهِ فَلْيِصِلْ رَحِمَهُ.
“Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya) maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahmi”. (HR. Bukhari No. 5985).
Silaturahim ini menyangkut pula kerabat yang belum Islam atau yang bermaksiat, dengan usaha menyadarkan mereka, buka mendukung kemungkaran atau kemaksiatannya. Namun bila mereka semakin merajalela dengan cara silaturahim ini maka menjauhi adalah yang terbaik, namun tetap kita mohonkan hidayah.
Ma’asyiral muslimin, jama’ah sholat Jum’at rahimakumullah.
Terakhir, marilah kita simpulkan agar kita senantiasa ingat apa yang menjamin kita untuk memperoleh rizki Allah yang berkah di dunia dan akhirat. Yaitu Taqwallah, Istiqhfar atau Taubat, Tawakal, Taqarrub, berinfaq, dan silaturrahim.
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
ومن يتق الله يجعل له مخرجا ويرزقه من حيث لا يحتسب
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ.
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْ لاَ أَنْ هَدَانَا اللهُ. أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ؛ فَيَا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى حَقَّ تُقَاتِهِ، وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ وَمَلاَئَكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، فقال تعالى: إن الله وملائكته يصلون على النبي ياأيها الذين امنوا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ أَجْمَعِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ، وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ. اَللَّهُمَّ أَعْتِقْ رِقَابَنَا مِنَ النَّارِ وَأَوْسِعْ لَنَا مِنَ الرِّزْقِ فِي الْحَلاَلِ، وَاصْرِفْ عَنَّا فَسَقَةَ الْجِنِّ وَاْلإِنْسِ يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ. اَللَّهُمَ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِيْنَ وَأَرْخِصْ أَسْعَارَهُمْ وَآمِنْهُمْ فِيْ أَوْطَانِهِمْ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
Senin, 27 September 2010
Baru Setiadjit dan Haeny yang Pastikan Maju dalam Pilkada Tuban
Dengan makin mepetnya waktu pendaftaran cabub-cawabub tuban dalam Pilkada Tuban yang sedianya digeber 1 Maret 2011 mendatangnya, nampaknya calon-calon yang meramaikan agenda lima tahunan itu belum ada mengerucut menjadi sebuah pasangan.
Melihat perkembangannya, semua calon Bupati Tuban sampai saat ini masih kebingungan mencari pasangannya, bahkan lebih celaka lagi mereka juga belum mempunyai kendaraan yang pasti untuk mendaftarkan diri ke KPU. Hanya Haeny dan Setiadjit aja yang relatif sudah agak mengerucut yaitu Haeny yang pasti akan maju sebagai cawabub dari partai Golkar. Sementara Setiadjit yang saat ini jadi Bakorwil bojonegoro akan berangkat sebgai Cabub dari PKNU, PKS dan PAN sertai partai koalisi lainnya.
Kondisi ini cukup mengherankan karena kendati belum dibuka pendaftaran calon bupati dan wakilnya, biasanya hari-hari begini sudah ada deklarasi. Apalagi pendaftaran calon dibuka KPU tanggal 28 Oktober 2010 untuk perseorangan dan 24 Nopember 2010 untuk pasangan dari partai, sehingga tinggal 30 dan 60 hari lagi.
Di daerah lain 3 bulan menjelang pendaftaran calon bahkan kadang 6 bulan sebelumnya sudah diketahui siapa berpasangan dengan siapa, dan mereka sudah melakukan pengenalan pasangan calon yang diusungnya.
Menurut ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tuban, Soemito Karmani, pengumuman pencalonan kepala daerah dan wakilnya, dilakukan tanggal 28 Oktober sampai 1 Nopember 2010. Pada tanggal itu juga para calon perseorangan (independen) menyerahkan dokumen dan rekapitulasi dukungan.
Kemudian pada tanggal 24 Nopember 2010 dilanjutkan dengan pendaftaran calon sampai 30 Nopember 2010. Setelah diadakan penelitian apakah calon memenuhi syarat, pasangan yang boleh maju dalam Pemilukada diumumkan tanggal 4 Januari 2011. Sedang penetapan dan nomor urut serta pengumuman resmi pasangan yang maju, pada tanggal 6 Januari 2011.
Melihat perkembangannya, semua calon Bupati Tuban sampai saat ini masih kebingungan mencari pasangannya, bahkan lebih celaka lagi mereka juga belum mempunyai kendaraan yang pasti untuk mendaftarkan diri ke KPU. Hanya Haeny dan Setiadjit aja yang relatif sudah agak mengerucut yaitu Haeny yang pasti akan maju sebagai cawabub dari partai Golkar. Sementara Setiadjit yang saat ini jadi Bakorwil bojonegoro akan berangkat sebgai Cabub dari PKNU, PKS dan PAN sertai partai koalisi lainnya.
Kondisi ini cukup mengherankan karena kendati belum dibuka pendaftaran calon bupati dan wakilnya, biasanya hari-hari begini sudah ada deklarasi. Apalagi pendaftaran calon dibuka KPU tanggal 28 Oktober 2010 untuk perseorangan dan 24 Nopember 2010 untuk pasangan dari partai, sehingga tinggal 30 dan 60 hari lagi.
Di daerah lain 3 bulan menjelang pendaftaran calon bahkan kadang 6 bulan sebelumnya sudah diketahui siapa berpasangan dengan siapa, dan mereka sudah melakukan pengenalan pasangan calon yang diusungnya.
Menurut ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tuban, Soemito Karmani, pengumuman pencalonan kepala daerah dan wakilnya, dilakukan tanggal 28 Oktober sampai 1 Nopember 2010. Pada tanggal itu juga para calon perseorangan (independen) menyerahkan dokumen dan rekapitulasi dukungan.
Kemudian pada tanggal 24 Nopember 2010 dilanjutkan dengan pendaftaran calon sampai 30 Nopember 2010. Setelah diadakan penelitian apakah calon memenuhi syarat, pasangan yang boleh maju dalam Pemilukada diumumkan tanggal 4 Januari 2011. Sedang penetapan dan nomor urut serta pengumuman resmi pasangan yang maju, pada tanggal 6 Januari 2011.
Setiajid calonkan diri jadi Cabub Tuban
Kendati Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) Tuban, digelar pada 21 Maret 2011. Namun, perebutan kursi Bupati makin panas. Satu persatu kandidat bermunculan. Kini Mantan Kepala Bakorwil ll Bojonegoro Setiajid, maju mencalonkan diri sebagai calon Bupati (cabup) periode 2011-2016.
Setiajid, mendapat dukungan dari partai PAN, PKS, dan PKNU. “Saya positif mencalonkan diri sebagai calon Bupati Tuban dalam Pemilukada nanti. Saya bersyukur 3 partai yang menyongsong saya untuk mencalonkan diri”, ujarnya, saat ditemui zonaberita.com, Kamis (23/9/2010).
Dia juga menambahkan, masih aktif melakukan lomunikasi dengan partai lain, salah satunya Demokrat.
Pria kelahiran Merakurak Tuban, mengatakan, kalau dirinya masih melakukan survei untuk mencari calon pendampingnya. Karenanya, Setiajid bekerjasama dengan lembaga survei independent. “Saya juga bekerja sama dengan lembaga survei independent”, jelasnya.
Sementara itu, dari calon independent yang ikut meramaikan Pilkada yaitu, Cong Ping alias Teguh Prabowo dari PDIP, dan Ali Muji juga dari PDIP, Bambang Lukmantono yang berpasangan denga Mas Duki dari independent, Kristiyawan dari Golkar, dan Djarwoto yang berpasangan dengan Edy Toyobi dari independent. (pam/isp)
dinukil dari zona berita.com
Setiajid, mendapat dukungan dari partai PAN, PKS, dan PKNU. “Saya positif mencalonkan diri sebagai calon Bupati Tuban dalam Pemilukada nanti. Saya bersyukur 3 partai yang menyongsong saya untuk mencalonkan diri”, ujarnya, saat ditemui zonaberita.com, Kamis (23/9/2010).
Dia juga menambahkan, masih aktif melakukan lomunikasi dengan partai lain, salah satunya Demokrat.
Pria kelahiran Merakurak Tuban, mengatakan, kalau dirinya masih melakukan survei untuk mencari calon pendampingnya. Karenanya, Setiajid bekerjasama dengan lembaga survei independent. “Saya juga bekerja sama dengan lembaga survei independent”, jelasnya.
Sementara itu, dari calon independent yang ikut meramaikan Pilkada yaitu, Cong Ping alias Teguh Prabowo dari PDIP, dan Ali Muji juga dari PDIP, Bambang Lukmantono yang berpasangan denga Mas Duki dari independent, Kristiyawan dari Golkar, dan Djarwoto yang berpasangan dengan Edy Toyobi dari independent. (pam/isp)
dinukil dari zona berita.com
Pemandangan umum P-APBD
PEMANDANGAN UMUM
FRAKSI GERINDRA
TENTANG
RANCANGAN PERUBAHAN
ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH
KABUPATEN TUBAN
TAHUN ANGGARAN 2010
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua.
Yth. Saudara Ketua dan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tuban beserta semua Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tuban,
Yth. Saudara Bupati dan Wakil Bupati Tuban,
Yth. Saudara-saudara Anggota MUSPIDA dan Ketua Pengadilan Negeri Tuban,
Yth. Saudara Sekretaris Daerah beserta seluruh Pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tuban,
Yth. Saudara-saudara Kepala Instansi Vertikal di Kabupaten Tuban, serta
Yth. Saudara-saudara Wartawan dan segenap undangan sekalian.
Saudara-saudara Peserta Rapat Paripurna yang mulia.
Tiada yang patut diucapkan pertama kali dalam kesempatan ini kecuali mari kita mengucapkan syukur kepada Allah SWT., Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan banyak kenikmatan kepada kita semua, khususnya berupa kesehatan dan kesempatan sehingga kita bisa menghadiri acara Rapat Paripurna penyampaian Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi tentang Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Tuban Tahun Anggaran 2010.
Saudara-saudara Peserta Rapat Paripurna yang mulia.
Setelah mencermati dan mempelajari Rancangan Perda Kabupaten Tuban tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran 2010 serta mengikuti rapat-rapat bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan semua Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD), Kami Fraksi Gerindra yang merupakan gabungan Partai Gerindra, Partai Keadilan Nasional Ulama (PKNU) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dengan ketulusan hati tanpa dilandasi perasan emosional, terdorong memberikan kritik atau sumbangsih pemikiran kepada Saudara Bupati selaku Kepala Pemerintah Daerah Kabupaten Tuban demi terwujudnya sebuah anggaran yang benar-benar dapat mendorong terciptanya efektifitas kinerja pemerintah yang berpihak pada kepentingan masyarakat secara luas. Oleh karenanya kami berharap agar Saudara Bupati dapat menerima kritik dari kami dengan penuh kearifan, tidak lantas menyikapinya dengan emosional dan bahkan balik menuduh bahwa kritik dari kami tak lebih hanyalah sebuah prasangka buruk dan tuduhan yang tidak berdasar (su’udh dhon) seperti yang pernah terjadi belakangan ini.
Dalam kesempatan ini perlu kami jelaskan bahwa menurut kami kritik yang kami sampaikan selama ini khususnya kepada Saudara Bupati bukanlah sebuah bagian dari perbuatan-perbuatan yang memang dilarang oleh agama seperti ghibah, berburuk sangka, tuduhan yang tidak berdasar dan lain-lain. Yang kami lakukan selama ini bukanlah bagian dari perbuatan ghibah karena kritik itu memang kami sampaikan kepada orangnya secara langsung, bukan dibicarakan ketika orangnya tidak ada. Bukan pula dalam rangka berburuk sangka atau su’udh dhon karena sebenarnya yang kami inginkan dari kritik itu adalah terwujudnya sebuah kebaikan. Bukan pula sebuah tuduhan yang tidak berdasar, karena setiap kali kami menyampaikannya pasti kami sertakan alasan-alasan yang logis dan masuk akal. Mengenai misalnya Saudara Bupati mempunyai persepsi dan alasan yang berbeda dengan kami, bukankah bisa memberikan jawaban dan klarifikasi sebagaimana hal itu telah diatur dalam mekanisme tata tertib DPRD. Dan jika ternyata antara kami sebagai anggota DPRD dan Saudara Bupati misalnya dalam konteks tertentu tetap mempunyai persepsi dan landasan berpikir yang berbeda, tentunya antar keduanya tidak bisa saling menyalahkan satu sama lain karena kebenaran yang sejati hanya ada pada Allah SWT, Tuhan yang Maha Esa. Anggap sajalah itu bagian dari manisnya berdemokrasi, atau mungkin juga ada keserupaannya dengan apa yang dikenal dalam tradisi keilmuan Islam yaitu perbedaan ijtihad, sebagaimana Imam Syafi’i yang berbeda hasil ijtihadnya dengan gurunya sendiri, Imam Maliki. Apalagi dalam tradisi keilmuan Islam itu diyakini bahwa dalam proses ijtihad bila ternyata salah tetap dapat pahala satu dan jika benar dapat dua pahala.
Sejatinya hakikat makna dari kata “kritik” itu tidak jauh berbeda dari kata “nasehat” yaitu sebuah kata serapan dari bahasa Arab yang esensi maknanya adalah menginginkan kebaikan kepada orang yang dinasehati. Jadi meski kadang-kadang kritik terasa menyakitkan di telinga, tapi tidak bisa digeneralisasi bahwa orang yang menyampaikan kritik itu pasti didorong oleh rasa kebencian, bahkan bisa jadi justru didorong oleh rasa kecintaan. Sebaliknya, meskipun pujian itu terasa menyejukkan di telinga, tapi orang yang suka memuji itu justru malah harus disikapi dengan penuh hati-hati, karena biasanya bila pujian itu terlontar bukan dari ketulusan hati, minimal ada dua hal yang melatarbelakangi, yaitu ingin mendorong kepada orang yang dipuji ke arah kejelekan atau karena ada memang maunya (ada udang di balik batu).
Saudara-saudara Peserta Rapat Paripurna yang mulia.
Adapun kritik atau sumbangsih pemikiran terkait dengan Rancangan Perda Kabupaten Tuban tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran 2010 adalah sebagai berikut:
PERTAMA, Bantuan sosial yang diberikan kepada organisasi kemasyarakatan baik untuk fasilitas masjid, pondok pesantren, gereja, musholla, Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) dan organisasi sosial kemasyarakatan yang lain senilai 2 milyar 550 juta rupiah yang baru-baru ini dikemas dalam “Safari Ramadhan Bupati” kami nilai penuh nuansa politis. Hal ini terbukti dengan banyaknya laporan dari masyarakat terkait dengan adanya diskriminasi penyaluran bantuan. Misalnya di desa Margomulyo dan Temayang Kecamatan Kerek, terdapat sebuah masjid yang hingga kini masih berkutat dalam proses pembangunan selama kurang lebih tujuh tahun setiap kali mengajukan bantuan selalu kandas. Anehnya, bangunan musholla dan masjid yang sudah jadi misalnya di desa Margorejo dan Padasan kecamatan Kerek justru dengan mudahnya memeroleh bantuan. Dan masih banyak lagi kasus-kasus serupa di kecamatan-kecamatan lainnya. Di samping persoalan diskriminasi bantuan, kami juga melihat bahwa tim verifikasi masih jauh dari nilai profesionalitas terbukti dengan banyaknya bantuan yang diduga salah sasaran. Kami Fraksi Gerindra menghimbau agar dalam mendistribusikan bantuan yang bersumber dari dana APBD (yang nota bene adalah uang rakyat Kabupaten Tuban) pemerintah seharusnya bisa berlaku adil dan bijaksana (tidak pilih kasih) serta bertindak profesional agar tidak terkesan adanya pemaksaan praktek-praktek politik yang tidak etis. Memang, secara obyektif kami sampaikan, kita semua tidak ada yang bisa menjamin seratus persen bahwa siapapun bupatinya tidak akan melakukan pola-pola ini, oleh karena itu agar pola-pola diskriminatif tersebut tidak terulang di kemudian hari, kami menghimbau kepada bupati yang baru nanti agar selalu bersinergi dengan DPRD dengan cara memberikan kewenangan tertentu kepada DPRD berupa hak mengusulkan penyaluran bantuan atau yang selama ini di daerah-daerah lain dikenal dengan dana JASMAS (Jaring Aspirasi masyarakat). Kami yakin bila kebijakan ini ditempuh, maka pemenuhan nilai-nilai keadilan akan lebih bisa dirasakan, karena setidak-tidaknya 50 anggota DPRD Kabupaten ini adalah representasi dari seluruh rakyat Kabupaten Tuban.
KEDUA, Anggaran belanja (baik langsung maupun tidak langsung) yang semula dianggarkan sebesar 982 milyar 15 juta 442 ribu 363,34 rupiah pada P-APBD 2010 kali ini diproyeksikan naik menjadi 1 trilyun 110 milyar 878 juta 976 ribu 396,79 rupiah sehingga terjadi kenaikan sebesar 128 milyar 863 juta 534 ribu 033,45 rupiah, Kami melihat nilai kenaikan anggaran yang begitu besar itu ternyata sebagian besar hanya diperuntukkan untuk sektor pembanguan fisik, baik jalan raya, gedung dan sarana infrastruktur lainnya. Sementara sektor pemberdayaan ekonomi, pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan dan sektor-sektor non fisik lainnya kurang mendapat perhatian.
Sebagaimana kita maklumi bahwa salah satu tugas pemerintah dan juga tugas semua rakyat Indonesia sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Dasar 1945 adalah memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk mencapai tujuan mulia itu, menurut kami syarat utama yang harus dipenuhi adalah terpenuhinya sektor pemberdayaan ekonomi, pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, terciptanya rasa aman dan lain-lain, bukan hanya menggenjot aspek pemenuhan pembangunan fisik semata. Memang, kami tidak menutup mata bahwa pembangunan sarana fisik di kabupaten Tuban ini khususnya dalam periode terakhir kepemimpinan Saudara Bupati, Dra. Hj. Haeny Ralawati Rini Widyastuti, M.Si kami nilai bagus bahkan sangat bagus di bandingkan daerah tetangga-tetangga dekat kita seperti Lamongan, Bojonegoro dan Rembang. Namun untuk menuju Kabupaten Tuban ke depan yang lebih berprospek cerah, hal itu belumlah memadai, perlu pemenuhan-pemenuhan sektor-sektor seperti yang sudah kami jelaskan di atas.
Untuk mendukung kebenaran logika ini, kami mengilustrasikan sebuah keberadaan keluarga kecil dengan seorang bapak sebagai pemimpinnya. Jika seorang bapak menginginkan cita-citanya berhasil untuk membangun sebuah keluarga yang sejahtera, tentunya dia tidak cukup hanya membangun rumah yang megah nan tinggi dengan tangga yang berbelok-belok dan halaman yang luas, tapi seorang bapak harus berjuang keras untuk membuatnya anak-anaknya hidup sehat, aman dan tentram, menyekolahkannya sampai pintar dan mencarikannya pekerjaan yang layak dan prospektif. Oleh karena itu kami menghimbau kepada Saudara Bupati dalam sisa periode lima tahunan yang tinggal sedikit ini untuk lebih menitik beratkan pada penganggaran di sektor-sektor pemberdayaan sumber daya manusia karena pada sektor pembangunan fisik kami nilai sudah sangat memadai.
KETIGA, penganggaran pengadaan motor dinas (motdin) bagi anggota DPRD Kabupaten Tuban dalam APBD baik sebelum maupun dalam PAK kami melihat masih belum menyeluruh kepada seluruh anggota DPRD. Kami mengharapkan agar sembilan orang saudara kita yaitu enam dari FPKB dan tiga dari FPDIP untuk diberikan haknya secara adil. Kami khawatir jika persoalan yang sepele ini tidak segera ditemukan solusinya akan dapat mengganggu rasa kebersamaan kita yang pada akhirnya juga pasti akan mengganggu efektifitas kinerja dewan dalam menjalankan fungsinya dengan baik.
Kami Fraksi Gerindra sebenarnya juga heran, mengapa persoalan sesederhana ini sulit untuk dipecahkan. Di satu sisi ekskutif terkait pinjam pakai motor dinas mensyaratkan harus dilalui dengan mengajukan permohonan pinjam pakai dari masing-masing anggota, sementara FPKB dan FPDIP tetap ngotot tidak mau melaksanakannya. Menurut kami untuk menyelesaikan masalah ini adalah kembali kepada tata aturan main yang berlaku. Sebagaimana dijelaskan dalam Peraturan menteri Dalam Negeri nomor 17 tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah bahwa hak pinjam pakai barang milik daerah itu dapat diberikan kepada alat kelangkapan DPRD (Komisi-komisi) dalam rangka menunjang penyelenggaraan pemerintah daerah. Mencermati mekanisme ini, menurut kami sebagai jalan keluar yang tepat dan bijaksana adalah yang mengajukan pinjam pakai motor dinas dilakukan oleh ketua komisi-komisi, bukan perseorangan.
Saudara-saudara Peserta Rapat Paripurna yang mulia.
KEEMPAT, mengingat anggaran selama ini lebih besar masuk pada sektor pembangunan fisik sebagaimana kami jelaskan di atas, maka kami menghimbau agar program-program lainnya juga lebih diperhatikan, antara lain:
a. Terkait program pemberdayaan rakyat fakir miskin. Kita tidak bisa menutup mata bahwa di lingkungan Kabupaten Tuban tidak asing lagi dengan pemandangan pengemis jalanan dan anak-anak remaja yang luntang-lantung tidak mempunyai pekerjaan. Bukankah undang-undang kita mengamanatkan bahwa “fakir miskin, anak-anak terlantar, para dhu’afa, gelandangan dan pengemis, dipelihara oleh Negara”. Atau jangan-jangan karena redaksi undang-undangnya berbunyi “dipelihara”, maka pemerintah juga terus memelihara mereka agar terus menjadi pengemis dan dhu’afa?
b. Belum adanya kejelasan penggunaan anggaran sebesar 25.000.000 untuk program pengendalian dan pembinaan lembaga penyalur tenaga kerja.
c. Mengingat peningkatan sarana dan pra sarana di bidang pendidikan sudah baik, perlu kiranya adanya pembenahan dalam sistem pencairan dana BOSDA karena selama ini menggunakan sistem (GO) atau ganti rugi maka diharapkan menggunakan sistem hibah seperti dana BOS, sehingga dana dapat terserap semua.
d. Masih banyaknya gedung sekolah yang belum memiliki sertifikat, untuk itu diharapkan peran serta pemerintah dalam menyelesaikan masalah ini.
e. Bagi sekolah-sekolah yang memiliki jumlah siswa kecil untuk dimerger saja dengan sekolah lain agar supaya tercipta efesiensi anggaran.
f. Adanya perekrutan tenaga TU di sekolah-sekolah SD guna membantu dalam pelaporan administrasi sehingga kinerja guru lebih maksimal karena tidak disibukkan dengan urusan laporan administrasi.
g. Kami Fraksi Gerindra memandang masih perlu adanya peningkatan gizi balita melalui Posyandu. Sehingga alokasi dana untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) harus ditambah dan disesuaikan dengan kebutuhan gizi tiap balita.
h. Untuk RSUD dr. Koesma, diharapkan untuk tahun 2011 sudah di anggarkan sebuah alat CT Scane, karena alat ini sudah sangat dibutuhkan apalagi di rumah sakit sebesar RSUD dr. Koesma. Dengan begitu tidak perlu lagi merujuk pasien ke Lamongan, Gersik, dan Surabaya, karena dengan waktu tempuh perjalanan kemungkinan pasien sudah tidak mampu lagi bertahan.
i. Perlu adanya tenaga spesialis ortopedi sehingga pasien patah tulang segera dapat ditangani.
j. Untuk tenaga perawat PNS di tiap Puskesmas perlu di tambah karena adanya pelayanan rawat inap.
k. Untuk menunjang efektifitas kinerja anggota dewan, kami mengharap agar alat-alat kelengkapan dewan itu dilengkapi dengan staf ahli sebagaimana hal itu diatur dalam Peraturan Pemerintah. Namun kenyataannya sampai saat ini hal itu belum terealisasi. Atau jangan-jangan memang ini disengaja agar anggota DPRD tetap tak berdaya?
l. Kami menilai bahwa menilik Perda nomor 10,11,12 tentang pajak retribusi bahwa retribusi untuk pangkalan truk di Pakah perlu di tinjau ulang.
m. Retribusi pajak hiburan malam, restoran, hotel dan rumah-rumah kos yang memiliki kamar lebih dari sepuluh kamar supaya dinaikan.
n. Advis untuk hiburan langen tayup perlu di tinjau ulang, karena selama ini kenyataan di lapangan bahwa pertunjukan langen tayup sering kali ditarik pungutan oleh UPTD Pendidikan dengan harga tinggi setiap kali tampil. Yang ingin kami tanyakan dikemanakan dana tersebut?
o. Mengingat terjadinya kekosongan perangkat di desa sudah terjadi sekian lama dan saat ini kira-kira lebih dari 800 kursi perangkat desa se-Kabupaten Tuban yang kosong yang tentunya sangat menganggu lancarnya kinerja pemerintah desa, maka kami menghimbau untuk segera dilaksanakan ujian perangkat desa dalam waktu yang secepat-cepatnya dan sesingkat-singkatnya. Kami menghimbau agar persoalan ini tidak diundur-undur terus.
p. Adanya sejumlah kepala desa yang tersangkut persoalan hukum agar segera ditangani sesuai dengan mekanisme yang ada sebagaimana diatur dalam Perda.
Saudara-saudara Peserta Rapat Paripurna yang mulia.
Demikian Pemandangan Umum Fraksi Gerindra yang merupakan gabungan Partai Gerindra, Partai Kebangkitan nasional Ulama (PKNU) dan Partai keadilan Sejahtera (PKS) tentang Rancangan Perubahan Anggaran dan Belanja Daerah (P-APBD) Kabupaten Tuban tahun anggaran 2010, dengan harapan ada kebijakan yang arif dari pihak Pemerintah Daerah untuk melakukan penyesuaian dan perubahan. Tak lupa kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak, dan kami mohon maaf jika ada yang tidak berkenan.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Tuban, 27 September 2010
FRAKSI GERINDRA
TENTANG
RANCANGAN PERUBAHAN
ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH
KABUPATEN TUBAN
TAHUN ANGGARAN 2010
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua.
Yth. Saudara Ketua dan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tuban beserta semua Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tuban,
Yth. Saudara Bupati dan Wakil Bupati Tuban,
Yth. Saudara-saudara Anggota MUSPIDA dan Ketua Pengadilan Negeri Tuban,
Yth. Saudara Sekretaris Daerah beserta seluruh Pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tuban,
Yth. Saudara-saudara Kepala Instansi Vertikal di Kabupaten Tuban, serta
Yth. Saudara-saudara Wartawan dan segenap undangan sekalian.
Saudara-saudara Peserta Rapat Paripurna yang mulia.
Tiada yang patut diucapkan pertama kali dalam kesempatan ini kecuali mari kita mengucapkan syukur kepada Allah SWT., Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan banyak kenikmatan kepada kita semua, khususnya berupa kesehatan dan kesempatan sehingga kita bisa menghadiri acara Rapat Paripurna penyampaian Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi tentang Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Tuban Tahun Anggaran 2010.
Saudara-saudara Peserta Rapat Paripurna yang mulia.
Setelah mencermati dan mempelajari Rancangan Perda Kabupaten Tuban tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran 2010 serta mengikuti rapat-rapat bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan semua Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD), Kami Fraksi Gerindra yang merupakan gabungan Partai Gerindra, Partai Keadilan Nasional Ulama (PKNU) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dengan ketulusan hati tanpa dilandasi perasan emosional, terdorong memberikan kritik atau sumbangsih pemikiran kepada Saudara Bupati selaku Kepala Pemerintah Daerah Kabupaten Tuban demi terwujudnya sebuah anggaran yang benar-benar dapat mendorong terciptanya efektifitas kinerja pemerintah yang berpihak pada kepentingan masyarakat secara luas. Oleh karenanya kami berharap agar Saudara Bupati dapat menerima kritik dari kami dengan penuh kearifan, tidak lantas menyikapinya dengan emosional dan bahkan balik menuduh bahwa kritik dari kami tak lebih hanyalah sebuah prasangka buruk dan tuduhan yang tidak berdasar (su’udh dhon) seperti yang pernah terjadi belakangan ini.
Dalam kesempatan ini perlu kami jelaskan bahwa menurut kami kritik yang kami sampaikan selama ini khususnya kepada Saudara Bupati bukanlah sebuah bagian dari perbuatan-perbuatan yang memang dilarang oleh agama seperti ghibah, berburuk sangka, tuduhan yang tidak berdasar dan lain-lain. Yang kami lakukan selama ini bukanlah bagian dari perbuatan ghibah karena kritik itu memang kami sampaikan kepada orangnya secara langsung, bukan dibicarakan ketika orangnya tidak ada. Bukan pula dalam rangka berburuk sangka atau su’udh dhon karena sebenarnya yang kami inginkan dari kritik itu adalah terwujudnya sebuah kebaikan. Bukan pula sebuah tuduhan yang tidak berdasar, karena setiap kali kami menyampaikannya pasti kami sertakan alasan-alasan yang logis dan masuk akal. Mengenai misalnya Saudara Bupati mempunyai persepsi dan alasan yang berbeda dengan kami, bukankah bisa memberikan jawaban dan klarifikasi sebagaimana hal itu telah diatur dalam mekanisme tata tertib DPRD. Dan jika ternyata antara kami sebagai anggota DPRD dan Saudara Bupati misalnya dalam konteks tertentu tetap mempunyai persepsi dan landasan berpikir yang berbeda, tentunya antar keduanya tidak bisa saling menyalahkan satu sama lain karena kebenaran yang sejati hanya ada pada Allah SWT, Tuhan yang Maha Esa. Anggap sajalah itu bagian dari manisnya berdemokrasi, atau mungkin juga ada keserupaannya dengan apa yang dikenal dalam tradisi keilmuan Islam yaitu perbedaan ijtihad, sebagaimana Imam Syafi’i yang berbeda hasil ijtihadnya dengan gurunya sendiri, Imam Maliki. Apalagi dalam tradisi keilmuan Islam itu diyakini bahwa dalam proses ijtihad bila ternyata salah tetap dapat pahala satu dan jika benar dapat dua pahala.
Sejatinya hakikat makna dari kata “kritik” itu tidak jauh berbeda dari kata “nasehat” yaitu sebuah kata serapan dari bahasa Arab yang esensi maknanya adalah menginginkan kebaikan kepada orang yang dinasehati. Jadi meski kadang-kadang kritik terasa menyakitkan di telinga, tapi tidak bisa digeneralisasi bahwa orang yang menyampaikan kritik itu pasti didorong oleh rasa kebencian, bahkan bisa jadi justru didorong oleh rasa kecintaan. Sebaliknya, meskipun pujian itu terasa menyejukkan di telinga, tapi orang yang suka memuji itu justru malah harus disikapi dengan penuh hati-hati, karena biasanya bila pujian itu terlontar bukan dari ketulusan hati, minimal ada dua hal yang melatarbelakangi, yaitu ingin mendorong kepada orang yang dipuji ke arah kejelekan atau karena ada memang maunya (ada udang di balik batu).
Saudara-saudara Peserta Rapat Paripurna yang mulia.
Adapun kritik atau sumbangsih pemikiran terkait dengan Rancangan Perda Kabupaten Tuban tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran 2010 adalah sebagai berikut:
PERTAMA, Bantuan sosial yang diberikan kepada organisasi kemasyarakatan baik untuk fasilitas masjid, pondok pesantren, gereja, musholla, Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) dan organisasi sosial kemasyarakatan yang lain senilai 2 milyar 550 juta rupiah yang baru-baru ini dikemas dalam “Safari Ramadhan Bupati” kami nilai penuh nuansa politis. Hal ini terbukti dengan banyaknya laporan dari masyarakat terkait dengan adanya diskriminasi penyaluran bantuan. Misalnya di desa Margomulyo dan Temayang Kecamatan Kerek, terdapat sebuah masjid yang hingga kini masih berkutat dalam proses pembangunan selama kurang lebih tujuh tahun setiap kali mengajukan bantuan selalu kandas. Anehnya, bangunan musholla dan masjid yang sudah jadi misalnya di desa Margorejo dan Padasan kecamatan Kerek justru dengan mudahnya memeroleh bantuan. Dan masih banyak lagi kasus-kasus serupa di kecamatan-kecamatan lainnya. Di samping persoalan diskriminasi bantuan, kami juga melihat bahwa tim verifikasi masih jauh dari nilai profesionalitas terbukti dengan banyaknya bantuan yang diduga salah sasaran. Kami Fraksi Gerindra menghimbau agar dalam mendistribusikan bantuan yang bersumber dari dana APBD (yang nota bene adalah uang rakyat Kabupaten Tuban) pemerintah seharusnya bisa berlaku adil dan bijaksana (tidak pilih kasih) serta bertindak profesional agar tidak terkesan adanya pemaksaan praktek-praktek politik yang tidak etis. Memang, secara obyektif kami sampaikan, kita semua tidak ada yang bisa menjamin seratus persen bahwa siapapun bupatinya tidak akan melakukan pola-pola ini, oleh karena itu agar pola-pola diskriminatif tersebut tidak terulang di kemudian hari, kami menghimbau kepada bupati yang baru nanti agar selalu bersinergi dengan DPRD dengan cara memberikan kewenangan tertentu kepada DPRD berupa hak mengusulkan penyaluran bantuan atau yang selama ini di daerah-daerah lain dikenal dengan dana JASMAS (Jaring Aspirasi masyarakat). Kami yakin bila kebijakan ini ditempuh, maka pemenuhan nilai-nilai keadilan akan lebih bisa dirasakan, karena setidak-tidaknya 50 anggota DPRD Kabupaten ini adalah representasi dari seluruh rakyat Kabupaten Tuban.
KEDUA, Anggaran belanja (baik langsung maupun tidak langsung) yang semula dianggarkan sebesar 982 milyar 15 juta 442 ribu 363,34 rupiah pada P-APBD 2010 kali ini diproyeksikan naik menjadi 1 trilyun 110 milyar 878 juta 976 ribu 396,79 rupiah sehingga terjadi kenaikan sebesar 128 milyar 863 juta 534 ribu 033,45 rupiah, Kami melihat nilai kenaikan anggaran yang begitu besar itu ternyata sebagian besar hanya diperuntukkan untuk sektor pembanguan fisik, baik jalan raya, gedung dan sarana infrastruktur lainnya. Sementara sektor pemberdayaan ekonomi, pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan dan sektor-sektor non fisik lainnya kurang mendapat perhatian.
Sebagaimana kita maklumi bahwa salah satu tugas pemerintah dan juga tugas semua rakyat Indonesia sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Dasar 1945 adalah memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk mencapai tujuan mulia itu, menurut kami syarat utama yang harus dipenuhi adalah terpenuhinya sektor pemberdayaan ekonomi, pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, terciptanya rasa aman dan lain-lain, bukan hanya menggenjot aspek pemenuhan pembangunan fisik semata. Memang, kami tidak menutup mata bahwa pembangunan sarana fisik di kabupaten Tuban ini khususnya dalam periode terakhir kepemimpinan Saudara Bupati, Dra. Hj. Haeny Ralawati Rini Widyastuti, M.Si kami nilai bagus bahkan sangat bagus di bandingkan daerah tetangga-tetangga dekat kita seperti Lamongan, Bojonegoro dan Rembang. Namun untuk menuju Kabupaten Tuban ke depan yang lebih berprospek cerah, hal itu belumlah memadai, perlu pemenuhan-pemenuhan sektor-sektor seperti yang sudah kami jelaskan di atas.
Untuk mendukung kebenaran logika ini, kami mengilustrasikan sebuah keberadaan keluarga kecil dengan seorang bapak sebagai pemimpinnya. Jika seorang bapak menginginkan cita-citanya berhasil untuk membangun sebuah keluarga yang sejahtera, tentunya dia tidak cukup hanya membangun rumah yang megah nan tinggi dengan tangga yang berbelok-belok dan halaman yang luas, tapi seorang bapak harus berjuang keras untuk membuatnya anak-anaknya hidup sehat, aman dan tentram, menyekolahkannya sampai pintar dan mencarikannya pekerjaan yang layak dan prospektif. Oleh karena itu kami menghimbau kepada Saudara Bupati dalam sisa periode lima tahunan yang tinggal sedikit ini untuk lebih menitik beratkan pada penganggaran di sektor-sektor pemberdayaan sumber daya manusia karena pada sektor pembangunan fisik kami nilai sudah sangat memadai.
KETIGA, penganggaran pengadaan motor dinas (motdin) bagi anggota DPRD Kabupaten Tuban dalam APBD baik sebelum maupun dalam PAK kami melihat masih belum menyeluruh kepada seluruh anggota DPRD. Kami mengharapkan agar sembilan orang saudara kita yaitu enam dari FPKB dan tiga dari FPDIP untuk diberikan haknya secara adil. Kami khawatir jika persoalan yang sepele ini tidak segera ditemukan solusinya akan dapat mengganggu rasa kebersamaan kita yang pada akhirnya juga pasti akan mengganggu efektifitas kinerja dewan dalam menjalankan fungsinya dengan baik.
Kami Fraksi Gerindra sebenarnya juga heran, mengapa persoalan sesederhana ini sulit untuk dipecahkan. Di satu sisi ekskutif terkait pinjam pakai motor dinas mensyaratkan harus dilalui dengan mengajukan permohonan pinjam pakai dari masing-masing anggota, sementara FPKB dan FPDIP tetap ngotot tidak mau melaksanakannya. Menurut kami untuk menyelesaikan masalah ini adalah kembali kepada tata aturan main yang berlaku. Sebagaimana dijelaskan dalam Peraturan menteri Dalam Negeri nomor 17 tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah bahwa hak pinjam pakai barang milik daerah itu dapat diberikan kepada alat kelangkapan DPRD (Komisi-komisi) dalam rangka menunjang penyelenggaraan pemerintah daerah. Mencermati mekanisme ini, menurut kami sebagai jalan keluar yang tepat dan bijaksana adalah yang mengajukan pinjam pakai motor dinas dilakukan oleh ketua komisi-komisi, bukan perseorangan.
Saudara-saudara Peserta Rapat Paripurna yang mulia.
KEEMPAT, mengingat anggaran selama ini lebih besar masuk pada sektor pembangunan fisik sebagaimana kami jelaskan di atas, maka kami menghimbau agar program-program lainnya juga lebih diperhatikan, antara lain:
a. Terkait program pemberdayaan rakyat fakir miskin. Kita tidak bisa menutup mata bahwa di lingkungan Kabupaten Tuban tidak asing lagi dengan pemandangan pengemis jalanan dan anak-anak remaja yang luntang-lantung tidak mempunyai pekerjaan. Bukankah undang-undang kita mengamanatkan bahwa “fakir miskin, anak-anak terlantar, para dhu’afa, gelandangan dan pengemis, dipelihara oleh Negara”. Atau jangan-jangan karena redaksi undang-undangnya berbunyi “dipelihara”, maka pemerintah juga terus memelihara mereka agar terus menjadi pengemis dan dhu’afa?
b. Belum adanya kejelasan penggunaan anggaran sebesar 25.000.000 untuk program pengendalian dan pembinaan lembaga penyalur tenaga kerja.
c. Mengingat peningkatan sarana dan pra sarana di bidang pendidikan sudah baik, perlu kiranya adanya pembenahan dalam sistem pencairan dana BOSDA karena selama ini menggunakan sistem (GO) atau ganti rugi maka diharapkan menggunakan sistem hibah seperti dana BOS, sehingga dana dapat terserap semua.
d. Masih banyaknya gedung sekolah yang belum memiliki sertifikat, untuk itu diharapkan peran serta pemerintah dalam menyelesaikan masalah ini.
e. Bagi sekolah-sekolah yang memiliki jumlah siswa kecil untuk dimerger saja dengan sekolah lain agar supaya tercipta efesiensi anggaran.
f. Adanya perekrutan tenaga TU di sekolah-sekolah SD guna membantu dalam pelaporan administrasi sehingga kinerja guru lebih maksimal karena tidak disibukkan dengan urusan laporan administrasi.
g. Kami Fraksi Gerindra memandang masih perlu adanya peningkatan gizi balita melalui Posyandu. Sehingga alokasi dana untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) harus ditambah dan disesuaikan dengan kebutuhan gizi tiap balita.
h. Untuk RSUD dr. Koesma, diharapkan untuk tahun 2011 sudah di anggarkan sebuah alat CT Scane, karena alat ini sudah sangat dibutuhkan apalagi di rumah sakit sebesar RSUD dr. Koesma. Dengan begitu tidak perlu lagi merujuk pasien ke Lamongan, Gersik, dan Surabaya, karena dengan waktu tempuh perjalanan kemungkinan pasien sudah tidak mampu lagi bertahan.
i. Perlu adanya tenaga spesialis ortopedi sehingga pasien patah tulang segera dapat ditangani.
j. Untuk tenaga perawat PNS di tiap Puskesmas perlu di tambah karena adanya pelayanan rawat inap.
k. Untuk menunjang efektifitas kinerja anggota dewan, kami mengharap agar alat-alat kelengkapan dewan itu dilengkapi dengan staf ahli sebagaimana hal itu diatur dalam Peraturan Pemerintah. Namun kenyataannya sampai saat ini hal itu belum terealisasi. Atau jangan-jangan memang ini disengaja agar anggota DPRD tetap tak berdaya?
l. Kami menilai bahwa menilik Perda nomor 10,11,12 tentang pajak retribusi bahwa retribusi untuk pangkalan truk di Pakah perlu di tinjau ulang.
m. Retribusi pajak hiburan malam, restoran, hotel dan rumah-rumah kos yang memiliki kamar lebih dari sepuluh kamar supaya dinaikan.
n. Advis untuk hiburan langen tayup perlu di tinjau ulang, karena selama ini kenyataan di lapangan bahwa pertunjukan langen tayup sering kali ditarik pungutan oleh UPTD Pendidikan dengan harga tinggi setiap kali tampil. Yang ingin kami tanyakan dikemanakan dana tersebut?
o. Mengingat terjadinya kekosongan perangkat di desa sudah terjadi sekian lama dan saat ini kira-kira lebih dari 800 kursi perangkat desa se-Kabupaten Tuban yang kosong yang tentunya sangat menganggu lancarnya kinerja pemerintah desa, maka kami menghimbau untuk segera dilaksanakan ujian perangkat desa dalam waktu yang secepat-cepatnya dan sesingkat-singkatnya. Kami menghimbau agar persoalan ini tidak diundur-undur terus.
p. Adanya sejumlah kepala desa yang tersangkut persoalan hukum agar segera ditangani sesuai dengan mekanisme yang ada sebagaimana diatur dalam Perda.
Saudara-saudara Peserta Rapat Paripurna yang mulia.
Demikian Pemandangan Umum Fraksi Gerindra yang merupakan gabungan Partai Gerindra, Partai Kebangkitan nasional Ulama (PKNU) dan Partai keadilan Sejahtera (PKS) tentang Rancangan Perubahan Anggaran dan Belanja Daerah (P-APBD) Kabupaten Tuban tahun anggaran 2010, dengan harapan ada kebijakan yang arif dari pihak Pemerintah Daerah untuk melakukan penyesuaian dan perubahan. Tak lupa kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak, dan kami mohon maaf jika ada yang tidak berkenan.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Tuban, 27 September 2010
Langganan:
Postingan (Atom)